Daniel Svensson: Bek Energik Dortmund yang Siap Jadi Andalan Swedia di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Bek Borussia Dortmund, Daniel Svensson, diproyeksikan menjadi pemain kunci Swedia di Piala Dunia 2026 setelah tampil gemilang di babak kualifikasi.
- Pemain 24 tahun itu mencatatkan statistik lari intensif tertinggi kedua di Dortmund musim ini, dengan 2.688 lari intensif dan 582 sprint.
- Fleksibilitasnya sebagai bek sayap, gelandang, hingga bek kanan membuatnya aset berharga bagi pelatih Graham Potter.

Borussia Dortmund akan mengirimkan salah satu pemainnya yang paling energik ke Piala Dunia 2026: Daniel Svensson. Bek serba bisa berusia 24 tahun itu dipastikan menjadi andalan Swedia di bawah asuhan Graham Potter setelah membantu negaranya lolos melalui play-off pada Maret lalu. Dengan gaya bermain tanpa lelah, Svensson siap menjadi pembeda di turnamen musim panas ini.
Musim 2025/26 menjadi musim penuh terobosan bagi Svensson. Ia mencetak gol pertamanya pada pekan kelima saat Dortmund menang 2-0 atas Mainz, dan satu gol lainnya tercipta di Der Klassiker melawan Bayern Munich pada pekan ke-24—meski Dortmund kalah 3-2, ia juga mencatatkan assist. Namun, yang paling menonjol adalah statistik fisiknya: Svensson menempati urutan kedua di antara pemain Dortmund dalam jumlah lari intensif (2.688) dan menjadi pemain dengan sprint terbanyak (582). Angka ini menunjukkan betapa besarnya kontribusinya dalam transisi serangan dan pertahanan.
Kemampuan Svensson tidak hanya terbatas pada sisi kiri pertahanan. Ia bisa bermain sebagai wing-back, gelandang, bahkan bek kanan. Dalam laga krusial play-off melawan Polandia, ia dipercaya tampil penuh sebagai wing-back kanan. Fleksibilitas ini menjadi senjata utama bagi pelatih Graham Potter yang mengandalkan serangan balik cepat. “Dia memiliki mesin besar, pemain pressing yang baik, dan nyaman dengan bola,” ujar mantan pelatihnya, Johannes Hoff Thorup.
Pelatih Dortmund, Niko Kovač, bahkan membandingkan Svensson dengan Joshua Kimmich. “Dia seperti kelinci Duracell. Mengingatkan saya pada Kimmich. Dia bermain setiap pertandingan dan berlari 12 atau 13 kilometer. Jarak yang sama di posisi berbeda, tapi menunjukkan betapa tak kenal lelahnya mereka,” kata Kovač. Perbandingan ini menempatkan Svensson dalam kategori gelandang/bertahan dengan daya jelajah luar biasa.
Bagi Indonesia, performa Svensson bisa menjadi contoh bagaimana pemain dengan etos kerja tinggi dan fleksibilitas taktis bisa bersaing di level tertinggi. Di tengah gencarnya pembinaan pemain muda Indonesia, sosok seperti Svensson—yang baru debut internasional pada Oktober 2024 namun langsung menjadi andalan—menunjukkan pentingnya adaptasi cepat dan keserbagunaan. Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi pemain yang baru berusia 24 tahun ini.
Dengan Swedia tergabung di grup yang belum diundi, Svensson diharapkan menjadi motor permainan di sisi sayap. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi di turnamen sebesar Piala Dunia? Jika statistik musim ini menjadi patokan, jawabannya mungkin positif.



