Liverpool Depak Arne Slot Meski Juara, Andoni Iraola Calon Pengganti
Baca dalam 60 detik
- Liverpool memecat Arne Slot setelah dua musim, meski ia membawa gelar juara liga di musim debut.
- Penurunan performa di musim kedua, finis kelima dengan 60 poin, menjadi alasan utama pergantian pelatih.
- Andoni Iraola, mantan bos Bournemouth, menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Slot.

Liverpool secara mengejutkan memecat pelatih kepala Arne Slot setelah dua musim, meski ia berhasil membawa pulang gelar juara Premier League ke-20 klub di musim pertamanya. Keputusan ini diumumkan hanya beberapa hari setelah musim 2025/2026 berakhir, di mana The Reds finis di posisi kelima dengan raihan 60 poin—terendah sejak musim 2015/2016 dan tertinggal 25 poin dari juara Arsenal.
Fenway Sports Group (FSG), pemilik Liverpool, dalam pernyataan resmi menyatakan bahwa keputusan ini sulit namun diperlukan. "Kontribusi Arne sangat signifikan dan sukses, terutama di musim pertamanya. Namun, kami yakin perubahan arah diperlukan untuk mengembalikan tim ke jalur yang tepat," tulis FSG. Slot, yang menggantikan legenda Jurgen Klopp pada 2024, dianggap gagal mempertahankan konsistensi performa meski telah digelontorkan dana besar di bursa transfer.
Musim lalu, Liverpool menghabiskan £415 juta—rekor belanja tertinggi klub Inggris dalam satu bursa—untuk mendatangkan enam pemain, termasuk Alexander Isak (£125 juta) dan Florian Wirtz (£116 juta). Namun, investasi tersebut tidak berbuah manis. Tim justru tampil inkonsisten, kehilangan identitas permainan menekan yang dulu menjadi ciri khas era Klopp. Kritik dari pemain bintang Mohamed Salah, yang menuntut kembalinya gaya "heavy metal football", menjadi sinyal bahwa ruang ganti mulai tidak nyaman.
Keputusan memecat Slot diambil oleh CEO FSG Michael Edwards dan direktur olahraga Richard Hughes. Keduanya menilai bahwa tim membutuhkan pendekatan yang lebih progresif dan agresif. Nama Andoni Iraola, yang baru saja meninggalkan Bournemouth, muncul sebagai kandidat utama. Pelatih asal Spanyol itu memiliki rekam jejak impresif: membawa Bournemouth finis hanya satu peringkat di bawah Liverpool musim ini, sekaligus lolos ke Liga Europa. Hubungan kerja sebelumnya antara Hughes dan Iraola di Bournemouth menjadi nilai tambah.
Konteks bagi penggemar sepak bola Indonesia: Keputusan Liverpool ini mengingatkan pada dinamika klub-klub besar Eropa yang kerap mengambil langkah drastis meski ada prestasi. Bagi pengamat, pemecatan Slot menunjukkan bahwa standar di Anfield sangat tinggi—gelar juara saja tidak cukup jika tidak diikuti konsistensi dan gaya bermain yang sesuai dengan identitas klub. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk di Indonesia, bahwa investasi besar tidak menjamin kesuksesan jika tidak diimbangi dengan strategi jangka panjang yang jelas.
Slot meninggalkan Liverpool dengan satu gelar Premier League dan kenangan pahit kehilangan pemain Diogo Jota yang meninggal dalam kecelakaan mobil pada Juli lalu. FSG mengakui perannya dalam membimbing tim melewati masa sulit tersebut. Namun, dunia sepak bola adalah bisnis hasil: setelah musim yang mengecewakan, perubahan adalah keniscayaan. Pertanyaan besarnya sekarang: dapatkah Iraola mengembalikan kejayaan Liverpool, atau justru akan mengulangi nasib Slot?



