Garudayaksa dan Adhyaksa FC Wajib Belanja Pemain Top demi Bertahan di Super League
Baca dalam 60 detik
- Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC resmi promosi ke BRI Super League 2026/2027, namun dihadapkan pada persaingan ketat dengan tim-tim elite.
- Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan menilai kedua klub harus merekrut pemain berkualitas tinggi, termasuk pemain lokal, agar tidak langsung degradasi.
- Persija Jakarta yang bertekad juara pada musim depan menambah tekanan bagi tim promosi untuk segera memperkuat skuad.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5666310/original/091944700_1778358722-20260509AA_Final_Pegadaian_Championship-5.jpg)
Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC harus segera merombak komposisi pemain jika tidak ingin hanya menjadi tim pelengkap di BRI Super League 2026/2027. Kedua klub yang baru promosi dari Liga 2 itu dihadapkan pada realitas kompetisi kasta tertinggi yang jauh lebih keras, di mana tim-tim papan atas seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC sudah memiliki skuad mapan.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, dalam kanal YouTube Nusantara TV mengingatkan bahwa materi pemain yang dimiliki Garudayaksa dan Adhyaksa saat ini belum cukup untuk bersaing di Super League. "Kalau melihat penampilan mereka di Liga 2 kemarin, mereka masih bisa bersaing. Tapi ini bicara Liga Super. Butuh kualitas pemain-pemain yang bagus. Jangan sampai keduanya cuma numpang lewat kemudian turun lagi alias degradasi," ujar pria yang akrab disapa Ropan itu.
Menurut Ropan, manajemen kedua klub harus berpikir keras membangun pondasi tim yang kokoh, meniru langkah Persija, Persib, Borneo, Bali United, dan Dewa United. Ia menekankan pentingnya mendatangkan pemain-pemain top, baik asing maupun lokal, dengan nilai transfer yang sesuai. "Tidak boleh sembarangan pemain. Mendapatkan pemain-pemain lokal juga dengan kualitas yang bagus. Kalau yang dipertahankan dari Liga 2, saya kira berat," tegasnya.
Persaingan musim depan diprediksi semakin sengit. Persija Jakarta, misalnya, bertekad merebut gelar juara pada 2027 karena bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta. Ambisi ini menjadi ancaman serius bagi tim promosi yang harus berhadapan dengan skuad Macan Kemayoran yang haus prestasi. Selain itu, Persib Bandung yang tiga musim beruntun menjadi kampiun juga akan berusaha mempertahankan dominasinya.
Ropan juga menyoroti bahwa tim promosi tidak bisa hanya mengandalkan pemain yang sama seperti saat di Liga 2. Ia mencontohkan Adhyaksa FC yang memiliki bek asal Amerika Serikat, Jonnny Campbell, namun tetap membutuhkan tambahan kualitas di sektor lain. "Kalau dengan materi pemain yang kurang, itu akan berat untuk bisa bersaing dengan Persib, Persija, Borneo, dan Persebaya," tambahnya.
Langkah Garudayaksa dan Adhyaksa dalam bursa transfer musim panas mendatang akan menjadi penentu nasib mereka. Apakah mereka mampu beradaptasi dengan cepat atau justru terjebak sebagai tim yang hanya numpang lewat? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh kebijakan manajemen dan kerja keras di lapangan.



