Tragedi di Posong: Satu Keluarga Tewas di Tenda, Diduga Keracunan Makanan
Baca dalam 60 detik
- Empat anggota keluarga ditemukan tewas di tenda di kawasan wisata Posong, Temanggung, diduga akibat keracunan makanan.
- Polisi masih menunggu hasil autopsi dan uji laboratorium sampel makanan, termasuk daging barbekyu yang dibawa korban.
- Proses evakuasi terkendala kabut tebal, sementara pihak berwenang memastikan jenazah akan segera diserahkan ke keluarga.

Empat orang dari satu keluarga ditemukan tewas di dalam tenda mereka di kawasan wisata alam Posong, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/5). Polisi menduga kuat penyebabnya adalah keracunan makanan setelah menemukan sejumlah sampel makanan, termasuk daging barbekyu, di lokasi kejadian.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan bahwa autopsi masih berlangsung di RSUD Temanggung untuk memastikan penyebab kematian. "Kami belum bisa memastikan penyebab kematian sekarang karena proses autopsi masih berjalan," ujarnya, Kamis (28/5). Sampel makanan juga tengah diuji di laboratorium forensik Polda Jawa Tengah.
Korban diketahui datang dari Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka tiba di lokasi pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 untuk berkemah menggunakan tenda sendiri. Keesokan harinya, petugas wisata mendatangi tenda untuk mengingatkan waktu check-out karena area akan dibersihkan. Tak mendapat respons, petugas membuka tenda pukul 15.00 dan menemukan keempat korban sudah tidak bernyawa.
Peristiwa ini menyoroti risiko keamanan pangan saat berkemah, terutama di destinasi wisata alam yang populer. Posong dikenal sebagai tempat favorit untuk camping dan menikmati matahari terbit. Namun, insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan makanan yang higienis di luar ruangan. Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, menambahkan bahwa proses evakuasi jenazah sempat terhambat kabut tebal yang menyelimuti kawasan tersebut. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang petugas berjalan di depan mobil sambil memberikan arahan di tengah kabut.
Polisi memastikan bahwa setelah autopsi dan identifikasi selesai, jenazah akan segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Tim gabungan dari BPBD, polisi, PMI, dan tenaga medis diterjunkan dalam evakuasi. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah regulasi keamanan pangan di lokasi wisata perlu diperketat? Ataukah ini murni kelalaian pribadi? Yang jelas, tragedi ini membuka mata publik tentang bahaya tersembunyi di balik aktivitas rekreasi yang tampak sederhana.



