PDIP Desak Jokowi Buka Ijazah saat Blusukan: Biar Rakyat Tak Penasaran
Baca dalam 60 detik
- PDIP meminta Jokowi menunjukkan ijazah asli saat blusukan ke NTT, Sumbar, dan Lampung akhir Juni.
- Polemik ijazah Jokowi masih jadi pertanyaan publik, terutama di daerah yang akan dikunjungi.
- PDIP mengklaim tak khawatir dengan blusukan Jokowi; justru dianggap bisa memperkuat soliditas kader.

PDIP mendesak Presiden ke-7 Joko Widodo untuk membuktikan keaslian ijazahnya di hadapan masyarakat saat melakukan blusukan ke sejumlah daerah pada akhir Juni mendatang. Partai berlambang banteng itu menilai momentum kunjungan langsung ke daerah menjadi kesempatan tepat untuk mengakhiri polemik yang sudah berlarut-larut.
Anggota DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira mengungkapkan bahwa masyarakat di daerah pemilihannya, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih diliputi rasa penasaran terkait keabsahan ijazah Jokowi. Menurut Andreas, jika Jokowi benar-benar turun ke lapangan, warga bisa bertanya langsung dan mendapatkan jawaban dari yang bersangkutan. "Di NTT banyak yang bertanya, 'Pak, ijazahnya Pak Jokowi asli atau palsu?' Sebaiknya Pak Jokowi tunjukkan saja saat blusukan," ujarnya dalam acara Bimtek PDIP di Jakarta Utara, Sabtu (30/5).
NTT menjadi salah satu dari tiga provinsi yang masuk dalam agenda blusukan Jokowi, selain Sumatera Barat dan Lampung. Rencananya, mantan gubernur DKI Jakarta itu akan memulai perjalanan pada akhir Juni mendatang. Selain bertemu masyarakat, Jokowi juga dijadwalkan menyambangi relawan dan pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di daerah-daerah tersebut, seperti disampaikan Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus.
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa partainya tidak merasa terancam dengan blusukan Jokowi. Justru, menurut Djarot, kehadiran Jokowi di daerah bisa membuat kader PDIP semakin solid. Ia juga mendorong agar polemik ijazah tidak lagi menjadi drama berkepanjangan. "Tunjukkan saja ijazahnya, supaya masyarakat benar-benar yakin bahwa itu asli. Beliau harus bisa menjelaskan dan menunjukkan," kata Djarot.
Andreas, yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR, menegaskan bahwa PDIP tidak khawatir dengan aktivitas politik Jokowi pasca-2024. Ia mengingatkan bahwa partainya tetap mampu memenangkan pemilu meskipun Jokowi sudah bukan lagi kader PDIP. "Apa yang dikhawatirkan? Waktu dia Presiden saja kita menang kok," ujarnya.
Polemik ijazah Jokowi mencuat kembali setelah sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan dokumen pendidikan yang bersangkutan. Jokowi sendiri belum secara terbuka menunjukkan ijazah aslinya kepada publik, meskipun berbagai pihak mendesak. Langkah blusukan ke daerah-daerah yang warganya masih skeptis menjadi ujian tersendiri bagi Jokowi untuk meredam spekulasi.
Ke depan, publik akan menanti apakah Jokowi benar-benar memenuhi harapan PDIP dan masyarakat untuk membuka dokumen pribadinya. Atau justru blusukan ini akan menjadi panggung politik baru yang memanaskan tensi menjelang Pemilu 2029?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7532552/original/066287400_1780306637-IMG-20260601-WA0135.jpg)