Mitsubishi Pajero Kembali: SUV Legendaris Siap Bangkit Setelah 7 Tahun Vakum
Baca dalam 60 detik
- Mitsubishi Motors akan menghidupkan kembali SUV andalan Pajero di Jepang pada musim gugur 2026, setelah produksi dihentikan pada 2019.
- CEO Takao Kato mengumumkan perluasan lini Pajero dengan dua model yang lebih kecil, menyasar segmen konsumen baru.
- Produksi baru akan dipusatkan di Thailand, membuka peluang ekspor ke Indonesia yang merupakan pasar SUV besar di Asia Tenggara.

Mitsubishi Motors Corp. memastikan akan menghidupkan kembali SUV legendaris Pajero di Jepang setelah tujuh tahun absen dari pasar domestik. Model terbaru direncanakan diperkenalkan pada musim gugur tahun ini, menjawab kerinduan para penggemar setia yang selama ini mendesak kembalinya kendaraan ikonik tersebut.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh CEO Mitsubishi Motors, Takao Kato, dalam konferensi pers di Tokyo. Menurut Kato, perseroan tidak hanya akan menghadirkan Pajero generasi baru, tetapi juga memperluas jajaran dengan dua varian yang lebih kecil. "Kami berharap strategi ini mampu menarik minat konsumen baru yang sebelumnya belum terpapar dengan merek Pajero," ujarnya. Detail seperti tanggal peluncuran dan harga masih akan diumumkan kemudian.
Pajero pertama kali diluncurkan pada 1982 dan menjadi salah satu pionir booming kendaraan rekreasi pada era 1990-an. Dalam empat generasi, lebih dari 3,25 juta unit Pajero terjual di lebih dari 170 negara. SUV ini juga terkenal berkat prestasinya di ajang reli Dakar, yang menjadikannya simbol ketangguhan Mitsubishi Motors. Namun, persaingan ketat dari SUV rival menyebabkan penjualan merosot, hingga akhirnya produksi di Jepang dihentikan pada 2019.
Langkah Mitsubishi menghidupkan kembali Pajero memiliki implikasi menarik bagi pasar Indonesia. Thailand, yang akan menjadi basis produksi Pajero baru, merupakan pusat manufaktur otomotif utama di Asia Tenggara. Dengan kedekatan geografis dan kesepakatan perdagangan bebas ASEAN, bukan tidak mungkin Pajero anyar akan segera merambah pasar Indonesia. Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar SUV terbesar di kawasan, dengan dominasi model seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport yang sudah lebih dulu beredar.
Namun, tantangan tidak kecil. Pasar SUV Indonesia saat ini sudah sangat kompetitif, dengan banyak pemain menawarkan fitur canggih dan harga bersaing. Mitsubishi perlu memastikan Pajero baru memiliki keunggulan diferensiasi, baik dari segi desain, teknologi, maupun harga. Apalagi, tren elektrifikasi kendaraan mulai menggeser minat konsumen ke mobil hybrid dan listrik. Jika Mitsubishi hanya mengandalkan nama besar Pajero tanpa inovasi signifikan, kebangkitan ini bisa berumur pendek.
CEO Kato optimistis bahwa perluasan lini dengan model yang lebih kecil akan menarik segmen pembeli muda yang mungkin belum familiar dengan Pajero. Namun, analis menilai bahwa kesuksesan jangka panjang Pajero baru akan sangat tergantung pada strategi pemasaran dan penetapan harga yang tepat. Pertanyaan besarnya: apakah Mitsubishi mampu mengulang kejayaan Pajero di era yang didominasi SUV listrik dan crossover? Ataukah ini hanya nostalgia sesaat yang akan kembali meredup?



