Cedera Aneh Ian Poulter: Robek Meniskus Akibat Melompati Dua Anak Tangga
Baca dalam 60 detik
- Ian Poulter mengalami robekan meniskus setelah melompati dua anak tangga di LIV Golf Virginia, namun tetap tampil impresif di LIV Golf Korea dengan skor 66 pada ronde pertama.
- Poulter menjadwalkan operasi pada September, namun mengaku nyeri lebih terasa saat berjalan daripada saat mengayun stik golf.
- Insiden ini menambah daftar panjang cedera aneh di golf profesional, setelah Scottie Scheffler dan Rory McIlroy juga mengalami cedera di luar lapangan.

Ian Poulter, pegolf veteran Inggris berusia 50 tahun, harus menjalani operasi setelah mengalami robekan meniskus akibat insiden yang terbilang sepele: melompati dua anak tangga di LIV Golf Virginia awal bulan ini. Meski cedera tersebut memerlukan tindakan bedah pada September mendatang, Poulter justru tampil gemilang di LIV Golf Korea dengan membukukan skor empat-under 66 pada ronde pertama di Asiad Country Club.
Poulter mengaku baru menyadari cedera serius setelah menjalani MRI sepulang dari Virginia. "Saya robek meniskus hari Kamis hanya karena melompati dua anak tangga," ujarnya. Meski demikian, ia tetap kompetitif di Korea, bahkan duduk di posisi tied-13 setelah ronde kedua dengan skor dua-over 72, tertinggal enam pukulan dari pemimpin asal Amerika Serikat, Talor Gooch.
Yang menarik, Poulter mengatakan bahwa rasa sakit justru lebih terasa saat berjalan menuruni bukit ketimbang saat melakukan ayunan golf. "Anehnya, saya tidak merasakan apa pun selama ayunan golf. Saya merasakannya saat berjalan menurun, tanjakan curam. Ini tidak memengaruhi permainan golf saya sama sekali," tambahnya. Ia pun harus mengingatkan dirinya untuk tidak bermain padel, tenis, atau melakukan aktivitas bodoh seperti melompati tangga.
Cedera aneh seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di dunia golf. Pebulutangkis nomor satu dunia Scottie Scheffler harus absen dua pekan awal musim PGA Tour 2025 setelah menjalani operasi tangan akibat luka tusuk dari gelas pecah saat memasak makan malam Natal. Sementara itu, Rory McIlroy juga pernah melewatkan The Open 2015 karena ruptur ligamen pergelangan kaki saat bermain sepak bola lima lawan lima bersama teman-temannya.
Bagi penggemar golf di Indonesia, kisah Poulter ini menjadi pengingat bahwa cedera bisa datang dari aktivitas paling sederhana sekalipun. Di tengah maraknya turnamen LIV Golf yang mulai menarik perhatian global, termasuk kemungkinan tayangan di platform digital Indonesia, insiden ini menunjukkan bahwa para atlet elite pun tidak kebal terhadap risiko sehari-hari. Poulter sendiri mengaku harus lebih berhati-hati: "Berjalan lurus dan bersikap super masuk akal bukanlah kebiasaan saya. Saya merasa baik-baik saja, tubuh terasa prima. Kami akan menanganinya nanti."
Dengan jadwal operasi yang masih beberapa bulan lagi, Poulter diperkirakan masih akan tampil di beberapa turnamen LIV Golf berikutnya. Pertanyaannya, akankah cedera ini memengaruhi performanya dalam jangka panjang, atau justru menjadi motivasi tambahan untuk meraih kemenangan perdananya di LIV Golf?



