The Hundred Hadirkan Trofi Gabungan Putra-Putri, Dorong Kesetaraan Gender
Baca dalam 60 detik
- Kompetisi kriket The Hundred musim panas ini akan memperkenalkan trofi baru yang menggabungkan hasil tim putra dan putri.
- Langkah ini memperkuat konsep 'satu klub, dua tim' yang sudah diusung sejak turnamen dimulai pada 2021.
- Trofi bersama ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar The Hundred pada 2026 dengan investasi sekitar £500 juta.

The Hundred, turnamen kriket inovatif asal Inggris, akan memperkenalkan trofi baru musim panas ini yang menghargai performa gabungan tim putra dan putri. Langkah ini menegaskan komitmen penyelenggara untuk mendorong kesetaraan gender dalam olahraga yang selama ini didominasi pria.
Sejak pertama kali digelar pada 2021, The Hundred telah menggelar pertandingan putra dan putri secara beriringan dalam format double-header di hari dan tempat yang sama. Kini, hasil dari babak grup, eliminator, hingga final dari kedua kompetisi akan diakumulasikan untuk menentukan pemenang trofi baru tersebut. Meski demikian, trofi individu untuk masing-masing kategori putra dan putri tetap dipertahankan.
Pemain all-rounder Inggris, Will Jacks, yang telah meraih tiga gelar putra bersama Oval Invincibles, menyambut antusias inovasi ini. Menurutnya, trofi gabungan menambah daya tarik kompetisi karena setiap hasil pertandingan—baik putra maupun putri—sama berharganya. Ia mencontohkan, jika trofi ini sudah ada sejak awal, Invincibles kemungkinan besar akan menjadi salah satu tim paling sukses.
Di sisi lain, pebatter Inggris Tammy Beaumont, yang musim ini membela Birmingham Phoenix, menilai trofi bersama memperkuat identitas 'satu klub, dua tim' yang menjadi ciri khas The Hundred. Ia menekankan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan dalam format turnamen. “Ini adalah salah satu cara yang membuat kriket putri di Inggris berkembang pesat sejak kehadiran The Hundred,” ujarnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi besar The Hundred yang akan direstrukturisasi pada 2026 setelah suntikan dana segar sekitar £500 juta dari investor eksternal. Sejumlah tim telah berganti nama dan warna kostum menyesuaikan identitas pemilik baru yang berasal dari waralaba Indian Premier League (IPL). Misalnya, Oval Invincibles berubah menjadi MI London dengan warna biru-emas ala Mumbai Indians, sementara Northern Superchargers menjadi Sunrisers Leeds dengan warna oranye. Perubahan ini menandai era baru komersialisasi kriket Inggris yang semakin terintegrasi dengan ekosistem IPL.
Bagi Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi inspirasi bagi pengelolaan olahraga nasional. Meskipun kriket belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Tanah Air, format kompetisi yang mengedepankan kesetaraan gender dan keterpaduan tim dapat diadopsi oleh cabang olahraga lain. Langkah The Hundred juga menunjukkan bahwa investasi swasta mampu mendorong inovasi dan profesionalisme, sebuah pelajaran berharga bagi industri olahraga Indonesia yang tengah berbenah.
Ke depan, trofi gabungan ini berpotensi mengubah cara pandang terhadap kompetisi olahraga tim. Akankah format serupa diadopsi oleh turnamen lain di dunia? Atau justru The Hundred akan menjadi pionir yang diikuti oleh liga-liga besar lainnya? Yang jelas, inovasi ini membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi wahana untuk memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan tanpa mengorbankan daya saing.


