1,5 Kg Proyektil Peluru Berserakan di Jalan Sidoarjo, Polisi Selidiki Asal-usul
Baca dalam 60 detik
- Seorang pemulung menemukan 1,5 kilogram proyektil peluru tajam bekas berserakan di jalan raya Balongbendo, Sidoarjo.
- Polsek Balongbendo mengamankan barang bukti dan masih menyelidiki asal-usul serta pemilik amunisi tersebut.
- Temuan ini memunculkan pertanyaan soal keamanan distribusi material senjata di Jawa Timur.

Warga Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, digegerkan dengan temuan sekitar 1,5 kilogram proyektil peluru tajam bekas yang berserakan di tengah jalan raya, Kamis (28/5) siang. Ratusan butir amunisi tanpa selongsong itu ditemukan tepat di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Singkalan, Jalan Raya Singkalan.
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono mengungkapkan, temuan bermula saat Novi, seorang petugas pemungut sampah desa, melintas di lokasi hendak mengisi bahan bakar kendaraannya. Ia melihat benda-benda logam mencurigakan berserakan di aspal. Setelah dikumpulkan, benda tersebut dikenali sebagai proyektil peluru tajam bekas.
Novi kemudian melaporkan temuannya ke petugas keamanan SPBU, yang diteruskan ke Polsek Balongbendo. Personel kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti. "Seluruh proyektil bekas tanpa selongsong seberat kurang lebih 1,5 kilogram kini diamankan Unit Reskrim Balongbendo untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Sugeng, Jumat (29/5).
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki asal-usul dan pemilik proyektil tersebut. Belum ada pihak yang mengakui kepemilikan atau melapor kehilangan amunisi. "Sampai dengan saat ini belum ada pihak-pihak yang mengakui barang tersebut dan atau melapor secara resmi ke Polsek Balongbendo," kata Sugeng. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, mengingat proyektil peluru tajam bekas biasanya berasal dari latihan militer atau aktivitas penembakan ilegal.
Konteks Indonesia: Jawa Timur, khususnya wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, kerap menjadi lokasi latihan militer TNI AD. Namun, tidak ada laporan resmi tentang kehilangan amunisi dari kesatuan militer setempat. Polisi belum dapat memastikan apakah proyektil ini berasal dari aktivitas legal atau ilegal. Kasus serupa pernah terjadi di beberapa daerah, di mana proyektil bekas ditemukan di tempat umum, memicu pertanyaan tentang pengelolaan limbah amunisi dan keamanan penyimpanan material senjata.
Ke depan, penyelidikan akan difokuskan pada identifikasi jenis kaliber proyektil dan kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas penembakan di sekitar lokasi. Polsek Balongbendo juga akan berkoordinasi dengan Kodim setempat untuk menelusuri kemungkinan asal-usul militer. Pertanyaan yang mengemuka: apakah ini kelalaian dalam prosedur pengamanan amunisi, atau indikasi peredaran gelap material senjata? Publik menanti jawaban dari hasil penyelidikan kepolisian.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4960553/original/035815700_1728060133-WhatsApp_Image_2024-10-04_at_23.22.46_5ce6f6fe.jpg)

