Ledakan Pabrik Hanwha Aerospace di Korea Selatan Tewaskan 5 Orang
Baca dalam 60 detik
- Ledakan di pabrik propelan Hanwha Aerospace di Daejeon menewaskan lima pekerja dan melukai dua lainnya.
- Insiden diduga terjadi saat pembersihan alat pembuat propelan roket dengan air, penyebab masih diselidiki.
- Saham Hanwha Aerospace dan Hanwha Corp anjlok masing-masing 2,8% dan 3,4% pasca kecelakaan.

Ledakan hebat mengguncang pabrik milik raksasa pertahanan Korea Selatan, Hanwha Aerospace, di Kota Daejeon, menewaskan lima pekerja dan melukai dua lainnya. Peristiwa yang terjadi pada Senin (17/2) ini langsung memicu aksi jual saham perusahaan induknya di bursa efek Seoul.
Menurut keterangan petugas pemadam kebakaran setempat, ledakan diduga dipicu oleh propelan yang meledak saat proses pembersihan peralatan pembuat propelan roket menggunakan air. Dua korban selamat, salah satunya mengalami luka bakar parah, berhasil menyelamatkan diri sendiri sebelum tim penyelamat tiba.
โKami belum bisa mengidentifikasi para korban karena kondisi jasad yang rusak parah,โ ujar seorang petugas kesehatan dalam konferensi pers yang sama. Otoritas masih menyelidiki penyebab pasti ledakan, termasuk kemungkinan kelalaian prosedur keselamatan.
Hanwha Aerospace merupakan salah satu pemasok utama amunisi dan sistem pertahanan bagi militer Korea Selatan, serta mitra global dalam produksi komponen rudal dan roket. Kecelakaan ini memicu kekhawatiran akan standar keselamatan di industri pertahanan yang selama ini dikenal ketat. Analis memperkirakan insiden ini dapat berdampak pada jadwal produksi dan pengiriman, meskipun perusahaan belum merilis pernyataan resmi mengenai potensi gangguan operasional.
Bagi Indonesia, kecelakaan ini relevan mengingat hubungan pertahanan yang erat dengan Korea Selatan. Indonesia telah menjalin kerja sama pengembangan jet tempur KF-21 dengan Hanwha Aerospace dan perusahaan pertahanan Korea lainnya. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan keselamatan kerja di industri strategis, terutama yang melibatkan bahan peledak dan propelan. Pemerintah Indonesia dapat meninjau ulang protokol keselamatan di fasilitas pertahanan dalam negeri guna mencegah insiden serupa.
Ke depan, investigasi penuh oleh otoritas Korea Selatan akan menjadi kunci untuk mengungkap akar masalah dan mencegah terulangnya tragedi. Pertanyaan yang mengemuka: apakah prosedur pembersihan dengan air pada alat yang mengandung propelan sudah sesuai standar? Dan bagaimana perusahaan akan memperbaiki sistem keselamatan pasca-insiden ini?


