Satire Berbalut Lagu: Bahlil dan Golkar Buktikan Lagi Kemampuan 'Olah-Olah' Isu
Baca dalam 60 detik
- Lagu 'My Little Bolu Ketan' yang awalnya bernada satire terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia justru viral dan disukai publik, mengubah kritik menjadi hiburan.
- Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia menilai fenomena ini menegaskan reputasi Bahlil sebagai politikus ulung dalam membalikkan isu negatif menjadi positif.
- Meski popularitas Bahlil meningkat, pengamat politik meyakini hal itu tidak akan menggeser posisi Prabowo Subianto sebagai calon terkuat di Pilpres 2029.

Viralnya lagu 'My Little Bolu Ketan' yang menyindir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, justru berbuah manis bagi sang politikus. Alih-alih menjadi bahan cemoohan, lagu buatan pengguna media sosial itu berhasil memikat publik dan berubah menjadi alat promosi tak terduga.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai fenomena ini menjadi bukti nyata kemampuan Bahlil dalam mengelola isuโjulukan 'Raja Olah-olah' yang melekat padanya. Menurut Adi, lagu yang awalnya dimaksudkan sebagai satire justru mudah didengar dan disukai banyak orang. "Percakapan di media sosial hari ini didominasi oleh lagu soal Bahlil yang penuh jenaka. Secara tidak langsung, publik mulai menyukai Bahlil sebagai komoditas politik. Alam bawah sadar publik kena sihir oleh pesona Bahlil," ujarnya, Jumat (29/5).
Adi menambahkan, perubahan nada dari satire menjadi positif tidak lepas dari peran mesin politik Golkar dan tim Bahlil sendiri. Partai berlambang pohon beringin itu dinilai berkali-kali berhasil membalikkan isu negatif menjadi keuntungan elektoral. "Harus diakui, awal-awal menjadi menteri Bahlil kerap dikritik dan di-bully, tetapi secara perlahan kritikan itu berubah menjadi sesuatu yang bernada positif. Bahlil selalu menjadi sorotan dalam pembicaraan politik aktual," jelasnya.
Pengalaman panjang Bahlil di panggung politik Indonesia disebut menjadi modal utama. Menurut Adi, realitas ini menegaskan bahwa Bahlil adalah 'raja olah-olah' yang jago memainkan percaturan politik. Termasuk isu yang dulunya kerap dikritik, kini viral menjadi percakapan publik melalui lagu.
Namun demikian, Adi mengingatkan bahwa citra positif Bahlil tidak perlu dikhawatirkan menjadi pesaing petahana pada 2029. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra tetap tanpa lawan sepadan. "Spotlight ini menandakan Bahlil sebagai fenomena baru dalam politik mengingat posisinya sebagai Menteri ESDM dan Ketum Golkar. Tapi di Pemilu 2029, Prabowo nyaris tanpa lawan tanding sepadan. Tertinggal jauh dari figur Prabowo yang semakin menguat dukungan publiknya," tuturnya.
Fenomena lagu ini juga menunjukkan bagaimana media sosial dan kecerdasan buatan (AI) dimanfaatkan untuk menciptakan konten politik yang menghibur. Berbagai versi video AI lagu tersebut beredar luas, mulai dari nada anak-anak hingga aransemen ala MTV Unplugged. Liriknya merupakan akumulasi komentar warganet yang kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan.
Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji, menanggapi santai viralnya lagu tersebut. "Lagunya cukup cute dan menghibur. Bagi kami, kalau rakyat senang, Golkar juga senang. Nggak masalah. Kalau orang lain happy, kita happy," katanya kepada wartawan, Rabu (27/5).
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah strategi 'olah-olah' ini akan terus efektif dalam mempertahankan popularitas Bahlil, atau justru menjadi bumerang ketika publik mulai jenuh dengan pencitraan yang terlalu sempurna?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7519682/original/084017800_1780292232-Hasto_Karno.jpeg)
