Wembanyama Menggila, Spurs Paksa Thunder ke Gim Ketujuh
Baca dalam 60 detik
- Victor Wembanyama mencetak 28 poin dan 10 rebound untuk memimpin San Antonio Spurs mengalahkan Oklahoma City Thunder 118-91 di gim keenam final Wilayah Barat NBA.
- Kekalahan ini membuat Thunder, juara bertahan NBA, harus menjalani gim penentuan di kandang sendiri setelah gagal memanfaatkan keunggulan 3-2.
- Pemenang laga ketujuh akan menghadapi New York Knicks di final NBA, sebuah skenario yang belum pernah terjadi sejak 1999.

Victor Wembanyama menjawab keraguan dengan penampilan gemilang saat San Antonio Spurs menghajar juara bertahan Oklahoma City Thunder 118-91, memaksa seri final Wilayah Barat berlanjut ke gim ketujuh. Pemain asal Prancis berusia 22 tahun itu menjadi motor kebangkitan Spurs setelah tampil mengecewakan di laga sebelumnya.
Pelatih Spurs, Mitch Johnson, sebelumnya menantang Wembanyama untuk mencetak lebih dari 20 poin. Tantangan itu dijawab tuntas: 28 poin, 10 rebound, dan tiga blok. Wembanyama bahkan ditarik keluar saat kuarter ketiga tersisa delapan menit, tepat setelah Spurs melesakkan 20 poin beruntun. “Dia menunjukkan gairah dan tanggung jawab yang luar biasa,” puji Johnson.
Di sisi lain, bintang Thunder Shai Gilgeous-Alexander kembali kesulitan. Setelah mencetak 32 poin di gim kelima, ia hanya mampu mengemas 15 poin dan empat asis dengan akurasi tembakan 6 dari 18. Rata-rata akurasinya di seri ini anjlok ke 37,9%, jauh di bawah 51,4% di dua putaran pertama playoff. “Jujur, saya tidak tahu,” ujar Gilgeous-Alexander. “Banyak tembakan yang saya lepaskan terasa enak, tapi hasilnya tidak bagus.”
Kegagalan Gilgeous-Alexander menjadi sorotan utama. Sebagai dua kali MVP NBA, ia diharapkan menjadi pembeda, tetapi justru menjadi titik lemah Thunder. “Mereka (Spurs) lebih agresif dari awal hingga akhir. Kami selalu tertinggal,” akunya. Sementara itu, pemain pendukung Spurs seperti Stephon Castle (17 poin, 9 asis) dan Dylan Harper (18 poin dari bangku cadangan) turut berkontribusi besar.
Bagi penggemar bola basket di Indonesia, seri ini menarik karena Wembanyama — yang dijuluki “alien” karena postur dan kemampuannya — terus menunjukkan potensi sebagai wajah baru NBA. Jika Spurs lolos, mereka akan menghadapi New York Knicks di final, sebuah pertandingan yang bisa menyedot perhatian global, termasuk di Indonesia yang basis penggemar NBA-nya terus tumbuh.
Gim ketujuh akan digelar di Oklahoma City pada Sabtu, 30 Mei (pukul 07.00 WIB). Pertanyaan besarnya: mampukah Gilgeous-Alexander bangkit dari keterpurukan, atau justru Wembanyama yang akan membawa Spurs ke final untuk pertama kalinya sejak 2014?



