Ekspansi The Witcher 3 Ditunda ke 2027 Demi Kualitas Maksimal
Baca dalam 60 detik
- CD Projekt RED menggeser perilisan ekspansi Songs of the Past dari tahun ini ke 2027 untuk memastikan kualitas terbaik bagi pemain.
- Ekspansi yang dikembangkan bersama Fool's Theory ini disebut memiliki skala mendekati Blood and Wine, salah satu DLC terbesar dalam sejarah game.
- Penundaan ini mencerminkan strategi CD Projekt yang mengutamakan kepuasan konsumen di tengah tekanan pasar game global.

CD Projekt RED secara mengejutkan mengumumkan bahwa ekspansi terbaru untuk The Witcher 3: Wild Hunt, Songs of the Past, tidak akan dirilis tahun ini seperti rencana awal, melainkan pada 2027. Keputusan ini diambil demi memastikan pengalaman bermain yang optimal bagi para penggemar, menurut pernyataan manajemen dalam konferensi pers hasil keuangan perusahaan.
Michał Nowakowski, salah satu CEO CD Projekt, mengungkapkan bahwa tim pengembang bersama manajemen sepakat untuk menunda perilisan demi mencapai hasil terbaik dari sudut pandang konsumen. “Kami awalnya menjadwalkan Songs of the Past rilis tahun ini. Namun, setelah berdiskusi dengan tim, kami memutuskan untuk merilisnya pada 2027 agar kualitasnya maksimal,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen studio Polandia tersebut terhadap standar tinggi yang telah menjadi ciri khas mereka.
CFO Piotr Nielubowicz menambahkan bahwa proyek ini sebenarnya sudah dalam tahap produksi lanjutan selama beberapa kuartal terakhir, namun belum diumumkan secara resmi. Ekspansi ini dikembangkan bersama Fool’s Theory, studio yang dikenal dengan karya-karya RPG berkualitas. “Rencana awal kami memang untuk merilis tahun ini, tetapi akhirnya kami memundurkannya ke 2027,” jelas Nielubowicz. Penundaan ini menjadi sinyal bahwa CD Projekt tidak ingin mengulangi kesalahan peluncuran Cyberpunk 2077 yang bermasalah.
Yang menarik, Nowakowski menyebutkan bahwa ukuran ekspansi ini akan lebih mendekati Blood and Wine, bukan Hearts of Stone. Blood and Wine dikenal sebagai salah satu DLC terbesar dalam sejarah game dengan area baru, misi panjang, dan cerita yang berdiri sendiri. “Ini benar-benar ekspansi masif,” tegasnya. Bagi penggemar The Witcher 3, kabar ini tentu menggembirakan meski harus menunggu lebih lama. Di Indonesia, basis penggemar The Witcher cukup besar, terutama di kalangan gamer PC dan konsol yang sering mengikuti perkembangan game AAA.
Penundaan ini juga mencerminkan tren industri game global yang semakin mengutamakan kualitas di atas ketepatan jadwal. Banyak pengembang besar seperti Rockstar dan Bethesda juga kerap menunda game demi menghindari bug dan kritikan. Bagi CD Projekt, reputasi adalah segalanya setelah insiden Cyberpunk 2077. Dengan menunda Songs of the Past, mereka ingin memastikan bahwa ekspansi ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan, bukan sekadar tambahan konten biasa.
Lantas, apakah penundaan ini akan berdampak pada jadwal proyek lain CD Projekt, seperti The Witcher 4 atau remake The Witcher 1? Belum ada pernyataan resmi, namun analis memperkirakan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah menyelesaikan ekspansi ini dengan sempurna. Pertanyaan besarnya: apakah para penggemar di Indonesia dan seluruh dunia sabar menunggu hingga 2027?



