Jairzinho dan Badai 1970: Saat Brasil Memulai Legenda di Azteca
Baca dalam 60 detik
- Jairzinho mencetak dua gol saat Brasil mengalahkan Cekoslowakia 4-1 di fase grup Piala Dunia 1970, dengan gol keduanya dikenang sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.
- Gol 'Badai Dunia' itu menjadi awal perjalanan Brasil meraih gelar ketiga, di mana Jairzinho mengakhiri turnamen dengan tujuh gol.
- Momen bersejarah di Stadion Azteca itu kembali disorot menjelang Piala Dunia 2026, mengingatkan pada kehebatan sepak bola klasik.
Gol tunggal Jairzinho ke gawang Cekoslowakia pada Piala Dunia 1970 bukan sekadar gol biasa. Itu adalah pernyataan kekuatan Brasil yang akhirnya membawa mereka meraih gelar juara dunia ketiga. Dalam laga pembuka Grup 3 di Stadion Azteca, Mexico City, pemain yang dijuluki 'The Hurricane' itu mencetak dua gol, namun gol keduanya pada menit ke-83 menjadi legenda.
Menerima bola di tengah lapangan sendiri, Jairzinho dengan kekuatan fisiknya menepis satu bek, menghindari tekel putus asa pemain lain, lalu menunda sejenak sebelum melepaskan tembakan keras kaki kanan yang tak mampu dihalau kiper Cekoslowakia. Gol itu menutup kemenangan 4-1 Brasil, sekaligus menjadi awal dari performa gemilang sang pemain sepanjang turnamen.
Brasil akhirnya mengulang skor 4-1 di partai final melawan Italia, dan Jairzinho mengakhiri Piala Dunia dengan torehan tujuh gol. Ia menjadi salah satu pemain kunci dalam skuad yang dianggap sebagai tim terbaik sepanjang masa. "Saya tidak akan pernah melupakan Azteca," ujar Jairzinho dalam wawancara dengan FIFA pada 2024. "Stadion Azteca pada 1970 adalah panggung untuk momen terbesar saya, memenangkan gelar paling dicari bagi Brasilโgelar dunia ketiga."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, momen ini mengingatkan pada era ketika sepak bola masih murni dan penuh keindahan individu. Di tengah dominasi sepak bola modern yang cenderung taktis, aksi Jairzinho menjadi bukti bahwa kreativitas dan kekuatan masih bisa menjadi pembeda. Stadion Azteca sendiri, yang juga menjadi saksi gol 'Tangan Tuhan' Maradona, terus menjadi ikon sepak bola dunia.
Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, FIFA secara rutin menampilkan kembali gol-gol bersejarah sebagai bentuk penghormatan. Gol Jairzinho ini menjadi salah satu yang disorot, mengingatkan bahwa sepak bola adalah tentang momen-momen magis yang melampaui waktu. Bagi generasi baru, tayangan ulang ini menjadi jendela untuk menyaksikan kehebatan masa lalu.
Pertanyaan yang muncul kemudian: akankah Piala Dunia 2026 melahirkan bintang baru yang mampu menciptakan momen ikonik seperti Jairzinho? Atau justru nostalgia akan terus menjadi daya tarik utama turnamen? Yang jelas, badai yang dibawa Jairzinho pada 1970 masih terasa hingga kini.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180581/original/053767000_1743787310-GntEocNb0AAME5J.jpeg)