Allegri Sepakat Tangani Napoli: Dua Tahun untuk Bangkit dari Bayang-Bayang Conte
Baca dalam 60 detik
- Massimiliano Allegri mencapai kesepakatan verbal dengan Napoli untuk kontrak dua musim sebagai pelatih kepala.
- Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, memilih Allegri setelah bersaing dengan Vincenzo Italiano, mengutamakan pengalaman dan reputasi.
- Pengumuman resmi masih tertunda karena Allegri harus menyelesaikan kontraknya dengan AC Milan terlebih dahulu.

Massimiliano Allegri dipastikan akan menjadi nahkoda baru Napoli setelah mencapai kesepakatan lisan dengan presiden klub, Aurelio De Laurentiis. Kontrak berdurasi dua tahun itu menandai babak baru bagi klub asal Campania yang tengah mencari identitas pasca-kepergian Antonio Conte.
Menurut laporan jurnalis transfer kenamaan, Gianluca Di Marzio, negosiasi antara kedua pihak mengalami percepatan signifikan dalam 24 jam terakhir. Allegri, yang sebelumnya menukangi AC Milan dan Juventus, berhasil mengungguli Vincenzo Italiano dalam perburuan kursi pelatih. De Laurentiis dinilai terkesan dengan rekam jejak Allegri yang telah mengoleksi gelar scudetto bersama dua raksasa Serie A tersebut.
Langkah ini menjadi krusial bagi Napoli yang tengah berada dalam masa transisi. Setelah ditinggal Conte yang memutuskan hengkang, klub membutuhkan figur berkarisma untuk mempertahankan posisi di papan atas dan bersaing di Liga Champions. Allegri, dengan pengalamannya membawa Juventus ke final Liga Champions 2015 dan 2017, dianggap sebagai sosok tepat untuk mengelola tekanan di klub sekelas Napoli.
Meski demikian, pengumuman resmi belum bisa dilakukan. Allegri masih terikat kontrak dengan AC Milan, klub yang pernah ia bawa meraih scudetto 2010/11. Tim hukum dan administrasi Napoli telah mulai menyiapkan dokumen, namun semua harus menunggu hingga Allegri menyelesaikan urusannya dengan Rossoneri. Proses ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama, mengingat kedua pihak memiliki hubungan baik.
Keputusan De Laurentiis memilih Allegri ketimbang Italiano menunjukkan prioritas klub pada pengalaman dan kemampuan mengelola ruang ganti. Allegri dikenal sebagai pelatih yang pragmatis, mampu meracik taktik sesuai lawan, dan memiliki aura yang disegani pemain. Ini berbeda dengan Italiano yang meski sukses di Fiorentina, belum teruji di panggung sebesar Napoli.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk diikuti. Serie A selalu memiliki basis penggemar yang kuat di Tanah Air, dan Napoli menjadi salah satu klub favorit berkat gaya bermain atraktif era Conte. Kehadiran Allegri bisa mengubah wajah Napoli menjadi lebih solid secara defensif, namun tetap agresif dalam transisi. Pertanyaan besarnya: akankah Allegri mampu mengembalikan Napoli ke puncak klasemen, atau justru akan menjadi antiklimaks setelah era Conte?
Jika semua berjalan lancar, Allegri akan memulai petualangan barunya di Stadio Diego Armando Maradona dengan target minimal finis di empat besar dan lolos ke Liga Champions. Namun, ambisi De Laurentiis tentu lebih dari itu: scudetto ketiga dalam sejarah klub. Dengan Allegri di kursi pelatih, Napoli berharap bisa kembali menjadi penantang serius di kancah domestik dan Eropa.



