Bek Sayap Venezia, Antoine Hainaut, Diburu Rennes dengan Tawaran Rp170 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Klub Ligue 1, Rennes, dikabarkan siap menggelontorkan dana β¬10 juta untuk mengamankan jasa Antoine Hainaut, bek sayap serba bisa milik Venezia.
- Hainaut, yang baru saja membawa Venezia promosi ke Serie A, mengalami lonjakan nilai pasar drastis dari β¬550.000 menjadi β¬10 juta dalam setahun.
- Tawaran tersebut sulit ditolak Venezia meski baru promosi, mengingat kontrak Hainaut masih panjang hingga 2028.

Klub Ligue 1, Rennes, dikabarkan tengah menyiapkan proposal senilai β¬10 juta atau setara Rp170 miliar untuk merekrut Antoine Hainaut, bek kanan serba guna milik Venezia yang baru saja mengantarkan timnya promosi ke Serie A. Tawaran ini menjadi ujian serius bagi ambisi Venezia mempertahankan pemain kuncinya di kasta tertinggi Italia.
Pemain berusia 24 tahun itu memulai petualangannya di sepak bola Italia pada Januari 2022 ketika bergabung dengan Parma dari US Boulogne dengan biaya transfer hanya β¬300.000. Setelah setengah musim, ia pindah ke Venezia pada musim panas lalu dengan nilai β¬550.000. Di klub yang bermarkas di Stadio Penzo tersebut, Hainaut berkembang pesat dan menjadi motor permainan di lini belakang sekaligus lini tengah.
Pada musim 2023/2024 di Serie B, Hainaut tampil impresif dengan mencetak lima gol dan enam assist dalam 37 pertandingan. Fleksibilitasnya menjadi nilai jual utama; ia bisa bermain sebagai bek kanan, bek tengah, hingga gelandang. Kontribusinya vital dalam membawa Venezia finis sebagai juara Serie B dan memastikan tiket promosi ke Serie A.
Menurut laporan Footmercato, Rennes sangat serius memboyong pemain asal Prancis itu kembali ke tanah air. Nilai β¬10 juta dianggap sebagai titik yang sulit ditolak Venezia, meski mereka baru saja merasakan manisnya promosi. Bagi klub yang baru naik kasta, mempertahankan pemain bintang selalu menjadi tantangan berat, terutama ketika tawaran menggiurkan datang dari liga top Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Hainaut menjadi contoh bagaimana pemain dengan harga murah bisa melesat nilainya berkat performa konsisten dan fleksibilitas posisi. Hal ini relevan dengan perkembangan sepak bola nasional, di mana pemain muda seperti Marselino Ferdinan atau Rizky Ridho juga diharapkan bisa mengikuti jejak serupa: promosi ke liga top Eropa dan meningkatkan nilai pasar secara signifikan. Namun, tantangan terbesar adalah konsistensi dan kemampuan beradaptasi dengan taktik yang berbeda.
Jika transfer ini terealisasi, Hainaut akan bergabung dengan skuad Rennes yang musim lalu finis di papan tengah Ligue 1. Kehadirannya diharapkan bisa menambah opsi di lini belakang yang kerap menjadi titik lemah. Bagi Venezia, kehilangan Hainaut tentu menjadi pukulan, namun dana segar β¬10 juta bisa digunakan untuk merekrut beberapa pemain baru guna memperkuat skuad menghadapi Serie A.
Pertanyaan besarnya, akankah Venezia bertahan dengan prinsip mempertahankan pemain bintangnya, atau justru memanfaatkan momen ini untuk membangun tim yang lebih solid? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah klub di musim debut mereka di Serie A.



