Oliver Glasner Siapkan Presentasi untuk Wawancara Pekerjaan di AC Milan
Baca dalam 60 detik
- Oliver Glasner menjadi kandidat utama pelatih AC Milan setelah sukses di Crystal Palace, mengungguli Arne Slot.
- Pertemuan penting dijadwalkan Selasa di Austria dengan calon direktur teknis Ralf Rangnick.
- Glasner telah menyusun analisis mendalam tentang kekuatan dan kelemahan skuad Milan, termasuk daftar pemain yang layak dipertahankan.

Oliver Glasner, pelatih yang membawa Crystal Palace meraih gelar Liga Konferensi Eropa, dikabarkan telah menyiapkan presentasi khusus untuk wawancara pekerjaan sebagai pelatih baru AC Milan. Pertemuan yang dijadwalkan pada Selasa di Austria ini menjadi momen krusial bagi masa depan klub yang tengah melakukan restrukturisasi total.
AC Milan saat ini berada dalam situasi yang tidak biasa. Mereka kehilangan pelatih, direktur olahraga, CEO, dan direktur teknis dalam satu waktu setelah Max Allegri, Igli Tare, Giorgio Furlani, dan Geoffrey Moncada dipecat. Langkah ini menandai awal dari era baru di San Siro, di mana manajemen klub bertekad membangun kembali fondasi tim dari awal.
Dalam bursa pelatih, nama Glasner bersaing ketat dengan Arne Slot, yang baru saja dipecat Liverpool meskipun sukses memenangkan Premier League. Namun, prestasi Glasner bersama Crystal Palace—terutama kesuksesan di kancah Eropa—membuatnya menjadi favorit utama. Menurut La Gazzetta dello Sport, pertemuan Selasa nanti tidak hanya akan membahas posisi pelatih, tetapi juga melibatkan Ralf Rangnick sebagai kandidat direktur teknis.
Glasner tidak datang dengan tangan kosong. Ia telah melakukan pekerjaan rumah dengan menyusun presentasi yang berfokus pada analisis kekuatan dan kelemahan skuad Milan saat ini. Tidak hanya itu, ia juga telah menyiapkan daftar pemain yang menurutnya layak dipertahankan dan yang harus dilepas, termasuk mereka yang kembali dari masa pinjaman yang gagal di klub lain. Langkah ini menunjukkan keseriusan Glasner dalam meyakinkan manajemen Milan bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk memimpin proyek jangka panjang.
Namun, situasi di balik layar tidak sepenuhnya mulus. Corriere della Sera melaporkan bahwa posisi Rangnick sebagai direktur teknis belum sepenuhnya pasti. Penasihat Khusus RedBird, Zlatan Ibrahimovic, dikabarkan khawatir jika terlalu banyak kekuasaan diberikan kepada satu figur. Hal ini menambah dinamika kompleks dalam proses rekrutmen, di mana keputusan akhir harus mempertimbangkan keseimbangan kekuasaan di dalam klub.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. AC Milan memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan perubahan besar di klub raksasa Italia ini selalu menjadi sorotan. Jika Glasner resmi ditunjuk, gaya kepelatihannya yang pragmatis dan berbasis data bisa menjadi angin segar bagi Rossoneri yang tengah berjuang kembali ke puncak. Namun, persaingan dengan Slot dan ketidakpastian di jajaran direksi membuat situasi masih terbuka lebar.
Pertanyaan besarnya: akankah Milan memilih Glasner yang sudah siap dengan rencana matang, atau justru beralih ke Slot yang memiliki pengalaman di level tertinggi? Atau, mungkinkah keputusan akhir justru dipengaruhi oleh dinamika kekuasaan antara Ibrahimovic dan Rangnick? Jawabannya akan diketahui dalam waktu dekat.



