Jalan Lenteng Agung Amblas, Akses Jakarta-Depok Lumpuh Total
Baca dalam 60 detik
- Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok amblas sedini Jumat, menyebabkan penyempitan lajur dan kemacetan parah.
- Petugas menutup dua dari tiga lajur, hanya menyisakan satu lajur yang berimpit dengan rel KRL.
- Pengendara diimbau mencari alternatif karena kepadatan diperkirakan berlangsung hingga perbaikan selesai.

Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang menjadi urat nadi penghubung ibu kota dengan Kota Depok, lumpuh total pada Jumat pagi setelah ruas jalan amblas di titik strategis. Peristiwa yang terjadi sejak dini hari itu memicu kemacetan panjang dari arah Pasar Minggu menuju Depok, dan memaksa petugas menutup dua dari tiga lajur yang ada.
Berdasarkan laporan TMC Polda Metro Jaya, jalan amblas pertama kali terdeteksi sekitar pukul 06.30 WIB. Video yang beredar memperlihatkan lubang besar di tengah aspal, dengan kendaraan merayap di satu lajur tersisa yang hanya selebar satu mobil. Petugas gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan aparat kelurahan langsung memasang barikade water barrier dan bambu untuk mengamankan lokasi.
Kemacetan ini bukan sekadar gangguan rutin. Jalan Lenteng Agung merupakan jalur utama bagi ribuan komuter yang setiap hari bergerak antara Jakarta dan Depok. Penyempitan lajur yang drastis—dari tiga lajur menjadi satu—menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga ke Pasar Minggu. Pengendara yang biasanya menempuh perjalanan 30 menit kini harus bersabar berjam-jam.
Yang membuat situasi semakin pelik adalah posisi jalan amblas yang berada tepat di tengah, sehingga satu lajur yang tersisa harus berbagi ruang dengan pagar pembatas rel Kereta Rel Listrik (KRL). Artinya, kendaraan besar seperti bus atau truk tidak bisa melintas, dan pengendara sepeda motor pun harus ekstra hati-hati. Petugas di lokasi mengonfirmasi bahwa rekayasa lalu lintas hanya bersifat sementara, dan belum ada kepastian kapan perbaikan dimulai.
Kemacetan serupa di jalur ini bukan pertama kali terjadi. Infrastruktur jalan di kawasan Lenteng Agung kerap dikeluhkan warga karena rawan amblas, terutama saat musim hujan. Namun, peristiwa kali ini menyoroti kerentanan sistem transportasi Jakarta-Depok yang sangat bergantung pada satu poros jalan. Jika perbaikan memakan waktu lama, dampaknya bisa meluas hingga ke aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.
Polda Metro Jaya melalui akun X resmi mengimbau pengendara untuk mencari rute alternatif, seperti melalui Jalan Raya Jagakarsa atau Tol Jagorawi. Namun, kedua jalur tersebut juga kerap padat pada jam sibuk. Pertanyaan besarnya: berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menambal lubang dan mengembalikan akses normal? Tanpa kepastian, ribuan pengguna jalan harus bersiap menghadapi hari-hari penuh antrean.



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7438136/original/047766900_1780214462-Ombak_Bali.jpeg)