Asing Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Merah, Total Jual Bersih Rp3,8 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,23% ke 6.130,19 pada perdagangan jelang libur Idul Adha, Selasa (26/5/2026).
- Investor asing mencatat penjualan bersih Rp3,8 triliun dalam dua hari terakhir, namun tetap mengakumulasi sejumlah saham unggulan.
- Data Indo Premier menunjukkan 10 saham dengan net foreign buy terbesar, mencerminkan strategi selektif asing di tengah volatilitas pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang Idul Adha, Selasa (26/5/2026). Indeks ditutup anjlok 1,23% ke level 6.130,19, membalikkan penguatan dua hari sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran investor asing yang mencapai Rp3,8 triliun dalam dua hari perdagangan pekan ini.
Meski asing tercatat melakukan penjualan bersih, mereka tidak meninggalkan pasar begitu saja. Data dari Indo Premier memperlihatkan bahwa sejumlah saham justru menjadi sasaran akumulasi asing. Langkah ini mengindikasikan strategi rotasi portofolio, di mana asing melepas saham tertentu untuk masuk ke saham lain yang dinilai lebih prospektif di tengah ketidakpastian.
Koreksi IHSG yang berlangsung sejak 8 hingga 21 Mei lalu sempat terhenti sejenak dengan penguatan pada 22 dan 23 Mei. Namun, tekanan jual kembali menguat menjelang libur panjang, mencerminkan sentimen hati-hati pelaku pasar. Pelemahan signifikan pada Selasa (26/5) mengirim sinyal bahwa pasar masih rentan terhadap aksi ambil untung dan faktor eksternal.
Bagi investor Indonesia, aksi asing ini memberikan gambaran tentang sektor-sektor yang masih diminati di tengah tekanan. Saham-saham dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan prospek bisnis yang jelas menjadi incaran utama. Langkah asing juga bisa menjadi acuan bagi investor ritel dalam menentukan strategi, meskipun tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Menurut analis pasar modal, rotasi portofolio asing ini merupakan hal yang lumrah terjadi saat volatilitas tinggi. โMereka cenderung melakukan profit taking di saham yang sudah naik signifikan dan mengalihkan dana ke saham yang masih undervalued atau memiliki katalis positif,โ ujar seorang analis dari sekuritas nasional. Strategi ini kerap dilakukan untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan jangka pendek.
Ke depan, pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral serta data ekonomi Indonesia. Investor perlu mencermati pola aliran dana asing sebagai indikator awal arah pasar. Akankah aksi beli asing ini berlanjut setelah libur Idul Adha, atau justru tekanan jual semakin deras? Jawabannya akan menentukan apakah IHSG mampu bangkit kembali atau terus tertekan.



