Leeds United Siapkan Negosiasi Formal untuk Harvey Elliott, Liverpool Buka Pintu
Baca dalam 60 detik
- Leeds United akan menggelar pembicaraan resmi dengan Liverpool untuk merekrut gelandang Harvey Elliott dengan banderol sekitar Β£26-30 juta.
- Elliott, yang minim menit bermain di Aston Villa, mendambakan jam terbang reguler dan menjadi incaran beberapa klub Championship serta RB Leipzig.
- Ketua Leeds, Paraag Marathe, menegaskan pendekatan transfer yang hati-hati dan kepatuhan terhadap regulasi keuangan baru, dengan target tiga musim untuk menjadi tim Premier League yang mapan.
Leeds United dikabarkan akan memulai negosiasi formal untuk mendatangkan gelandang Liverpool, Harvey Elliott, di bursa transfer musim panas ini. Liverpool disebut siap melepas pemain berusia 23 tahun itu dengan harga sekitar 26-30 juta poundsterling, menyusul minimnya kesempatan bermain yang ia dapatkan selama masa peminjaman di Aston Villa.
Keputusan Leeds untuk bergerak cepat di pasar transfer tidak terlepas dari ambisi klub untuk membangun fondasi jangka panjang di Premier League. Ketua klub, Paraag Marathe, sebelumnya menyatakan bahwa dibutuhkan waktu tiga musim penuh sebelum Leeds benar-benar bisa beroperasi seperti tim Premier League yang mapan. Musim panas ini, klub akan menerapkan aturan baru Squad Cost Ratio (SCR) yang menggantikan Profit and Sustainability Rules (PSR), sehingga pendekatan transfer harus lebih strategis dan disiplin.
Elliott, yang pernah dipuji sebagai pemain "sensasional" setelah assist-nya dalam kemenangan 7-0 Liverpool atas Manchester United pada 2023, menginginkan menit bermain yang lebih konsisten. Selain Leeds, beberapa klub lain seperti Sunderland, Ipswich Town, Coventry City, dan RB Leipzig juga dikabarkan tertarik. Namun, Leeds disebut paling serius dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan tanda tangannya.
Bagi Leeds, merekrut Elliott bisa menjadi langkah awal yang ambisius di bursa transfer. Pengalamannya di Premier League dan kemampuannya sebagai gelandang serang akan menambah opsi taktis bagi Daniel Farke. Namun, dengan persaingan dari klub lain dan keterbatasan anggaran akibat regulasi keuangan, Leeds harus bergerak cerdas. Elliott juga diwakili oleh agensi yang sama dengan Anton Stach, yang mungkin memudahkan negosiasi.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan Leeds di bursa transfer ini menarik untuk diikuti, terutama bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Premier League. Jika Elliott bergabung, ia akan menjadi salah satu pemain muda Inggris yang patut diperhatikan, dan potensi transfernya bisa menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola Indonesia yang kerap mengikuti perkembangan bursa transfer Eropa.
Ke depannya, keputusan Elliott akan menentukan arah kariernya: apakah ia akan memilih klub yang menjanjikan menit bermain reguler seperti Leeds, atau bergabung dengan klub lain yang mungkin menawarkan tantangan berbeda. Bagi Leeds, keberhasilan merekrut Elliott bisa menjadi sinyal bahwa klub serius membangun skuad kompetitif tanpa melanggar aturan keuangan.



