Cedera Betis Neymar Mengancam Laga Pembuka Brasil di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Neymar mengalami cedera betis grade dua yang diperkirakan membuatnya absen 2-3 pekan, termasuk laga uji coba melawan Panama dan Mesir.
- Partisipasi pemain 34 tahun itu dalam laga pembuka Grup C melawan Maroko pada 13 Juni di New Jersey menjadi tanda tanya besar.
- Pelatih Carlo Ancelotti dan rekan setim Casemiro menekankan pentingnya pemulihan penuh Neymar demi kedalaman skuad Brasil.
Kekhawatiran menyelimuti skuad Brasil menjelang Piala Dunia 2026 setelah Neymar dipastikan mengalami cedera betis grade dua yang diperkirakan membuatnya absen selama dua hingga tiga pekan. Cedera ini tidak hanya membuatnya melewatkan dua laga uji coba penting, tetapi juga mengancam keikutsertaannya dalam pertandingan pembuka fase grup melawan Maroko pada 13 Juni mendatang.
Neymar mengalami cedera saat Santos dikalahkan Coritiba 3-0 pada 17 Mei. Ironisnya, sehari sebelumnya ia baru saja dipanggil pelatih Carlo Ancelotti untuk memperkuat tim samba di ajang paling bergengsi sepak bola dunia. Pemanggilan itu disambut antusiasme tinggi mengingat pengalaman dan kualitas Neymar yang diharapkan menjadi motor serangan Brasil.
Dokter tim nasional Brasil, Rodrigo Lasmar, telah mengonfirmasi diagnosis cedera tersebut. Dengan waktu pemulihan yang sempit, peluang Neymar tampil di laga perdana melawan Maroko di Stadion New York New Jersey dinilai masih jauh dari pasti. Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia.
Ancelotti, yang baru saja resmi menangani Brasil, sebelumnya menyatakan optimismenya terhadap kondisi Neymar. "Kami terus memantau Neymar sepanjang tahun. Dalam periode terakhir, ia bermain dan meningkatkan kondisi fisiknya. Ia pemain penting dan akan menjadi pemain penting di Piala Dunia," ujar Ancelotti saat pengumuman skuad.
Gelandang veteran Casemiro, yang telah lama berteman dengan Neymar, angkat bicara soal pemulihan rekannya. "Dokter sudah menjelaskan dengan jelas. Kami harus menghormati itu. Tidak ada pemain yang suka cedera, tapi mari berharap Neymar—dan semua pemain—cukup sehat untuk bermain, karena kami tahu kami membutuhkan setiap pemain," katanya. "Perkembangan terjadi hari demi hari. Setiap pemain di sini penting."
Bagi Indonesia, kabar ini menjadi pengingat betapa rentannya pemain bintang terhadap cedera menjelang turnamen besar. Dengan jadwal padat dan tekanan tinggi, manajemen kebugaran pemain menjadi krusial. Timnas Indonesia pun bisa belajar dari pendekatan Brasil dalam menangani cedera pemain kunci, terutama jika ingin tampil kompetitif di kancah internasional.
Kehilangan Neymar di laga awal tentu menjadi pukulan telak bagi Brasil. Namun, dengan skuad bertabur bintang seperti Vinícius Júnior, Rodrygo, dan Richarlison, Ancelotti masih memiliki opsi untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Pertanyaan besarnya: akankah Neymar pulih tepat waktu untuk membela tim samba di panggung terbesar sepak bola?

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471174/original/058386200_1768279410-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_3.jpg)

