Liga Inggris Dominasi Eropa: 9 Wakil Siap Berlaga Musim Depan
Baca dalam 60 detik
- Premier League mengirim sembilan klub ke kompetisi Eropa 2026/2027, rekor baru bagi liga domestik.
- Crystal Palace, peringkat 15, lolos ke Liga Europa setelah juara Conference League, menunjukkan kedalaman kompetisi.
- Arsenal berpeluang menyempurnakan hattrick gelar Eropa Inggris jika menang di final Liga Champions.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4274242/original/072565500_1672143568-Premier_League_-_Ilustrasi_Logo_Premier_League_copy.jpg)
Premier League akan mengirimkan sembilan wakilnya ke pentas Eropa pada musim 2026/2027, sebuah rekor yang menegaskan dominasi liga Inggris di kancah kontinental. Kepastian ini diperoleh setelah Crystal Palace, tim yang hanya finis di peringkat ke-15 klasemen domestik, sukses menjuarai UEFA Conference League musim ini.
Kemenangan Crystal Palace atas Rayo Vallecano dengan skor 1-0 di partai final, Kamis (28/5/2026) dini hari WIB, membuka pintu ke Liga Europa bagi tim asuhan Oliver Glasner. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kompetisi Inggris tidak hanya dikuasai oleh tim papan atas, melainkan juga klub-klub yang dianggap underdog mampu bersaing di level tertinggi Eropa.
Selain Palace, Bournemouth dan Sunderland yang masing-masing finis di posisi keenam dan ketujuh klasemen Premier League juga akan berlaga di Liga Europa. Sementara itu, Brighton & Hove Albion yang menempati peringkat kedelapan harus puas tampil di UEFA Conference League musim depan.
Untuk ajang paling prestisius, Liga Champions, Inggris mengirimkan lima kontestan. Empat tim teratas—Arsenal, Manchester City, Manchester United, dan Aston Villa—mendapat tiket langsung, sementara Liverpool yang finis di peringkat kelima tetap lolos berkat jatah European Performance Spot (EPS). Sistem ini memberikan keuntungan bagi liga-liga dengan performa terbaik di Eropa, dan Premier League kembali membuktikan superioritasnya.
Yang menarik, keberhasilan Crystal Palace dan Aston Villa membuka peluang bagi Inggris untuk meraih hattrick gelar juara kompetisi Eropa dalam satu musim. Arsenal akan menjadi penentu ketika berhadapan dengan Paris Saint-Germain di final Liga Champions akhir pekan ini. Jika The Gunners menang, ini akan menjadi pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dominasi Inggris ini memberikan gambaran tentang standar kompetisi yang tinggi. Banyak pemain Timnas Indonesia yang merumput di liga-liga Eropa, dan keberhasilan klub-klub Inggris bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola nasional. Selain itu, siaran langsung pertandingan-pertandingan Eropa selalu menjadi tontonan favorit, dan musim depan akan semakin meriah dengan banyaknya wakil Inggris.
Dengan sembilan klub yang berlaga, Premier League tidak hanya menunjukkan kekuatan finansial, tetapi juga kualitas manajemen dan pembinaan pemain. Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah Arsenal menyempurnakan hattrick dan menegaskan bahwa Inggris adalah raja sepak bola Eropa?



