Pengemudi Taksi Online Rusak Mobil di Tol JORR: Polisi Masih Buru Pelaku
Baca dalam 60 detik
- Seorang pengemudi taksi online diduga merusak spion mobil pengendara lain di Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) setelah terlibat cekcok di jalan tol.
- Polisi masih menyelidiki identitas pelaku dan korban, serta memeriksa rekaman dashcam untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian.
- Insiden ini kembali menyoroti masalah keselamatan dan perilaku agresif di jalan tol Jakarta, yang kerap dipicu oleh persaingan antar pengemudi online.
Seorang pengemudi taksi online nekat merusak kendaraan pengendara lain di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) pada Kamis (28/5/2026) siang, setelah terlibat adu mulut di tengah jalan. Peristiwa yang terekam kamera dasbor korban itu viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik akan keselamatan di jalan tol.
Dalam rekaman berdurasi pendek yang beredar, terlihat mobil yang dikemudikan pelaku menyalip kendaraan korban secara tiba-tiba, lalu berhenti di bahu jalan hingga menghalangi laju mobil korban. Pelaku yang mengenakan jaket dan celana panjang kemudian turun, menghampiri mobil korban, dan langsung terlibat pertengkaran. Tak lama, ia diduga mengayunkan sebatang besi ke arah spion kendaraan korban, memukulnya berulang kali hingga patah.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, membenarkan adanya peristiwa perusakan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam. “Betul, namun untuk kronologis masih dalam penyelidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026). Ia menambahkan bahwa identitas korban maupun pelaku belum dapat dipastikan, meskipun korban sempat melaporkan kejadian ke polsek setempat.
Insiden ini menjadi pengingat akan tingginya tensi di jalan raya, terutama yang melibatkan pengemudi transportasi online. Persaingan ketat untuk mendapatkan penumpang, tekanan target, dan kemacetan kerap memicu perilaku agresif. Data dari Kepolisian menunjukkan bahwa kasus penganiayaan atau perusakan di jalan tol di Jakarta masih terjadi secara periodik, meskipun jumlahnya fluktuatif. Para pengamat keselamatan berkendara menilai bahwa edukasi pengemudi dan penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk menekan insiden serupa.
“Perilaku agresif di jalan tol tidak bisa ditoleransi. Ini membahayakan keselamatan semua pengguna jalan. Polisi harus segera menangkap pelaku dan memberikan efek jera,” ujar Budi Setiawan, pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, saat dihubungi terpisah.
Bagi pengguna jalan tol di Jakarta, kejadian ini menjadi alarm untuk selalu waspada dan memasang dashcam sebagai alat bukti. Rekaman dashcam korban menjadi kunci utama dalam penyelidikan polisi. Tanpa bukti visual, proses hukum seringkali terhambat. Ke depan, aparat kepolisian diharapkan dapat merilis identitas pelaku dan motif di balik aksi nekat tersebut, serta memastikan pelaku mendapatkan sanksi sesuai hukum yang berlaku.



