Weverton: Kunci Brasil di Piala Dunia 2026 Adalah Tinggalkan Ego
Baca dalam 60 detik
- Kiper veteran Weverton mendapat panggilan kejutan untuk Piala Dunia 2026, menambah kedalaman skuad Brasil bersama Alisson dan Ederson.
- Weverton menekankan pentingnya kerendahan hati dan kerja sama tim untuk membawa pulang gelar keenam Brasil, meninggalkan ego pribadi.
- Kehadiran pemain muda seperti Endrick dan Danilo memberikan dimensi baru, dengan Weverton berperan sebagai mentor bagi generasi berikutnya.
Kiper veteran Brasil, Weverton, menegaskan bahwa kunci keberhasilan tim di Piala Dunia 2026 adalah meninggalkan ego dan mengutamakan kepentingan bersama. Panggilan kejutan untuk kiper berusia 38 tahun ini menjadi bukti kedalaman skuad yang dimiliki pelatih Carlo Ancelotti.
Weverton, yang sebelumnya menjadi bagian dari skuad Brasil di Qatar 2022, mengaku terkejut saat namanya masuk dalam daftar akhir Ancelotti untuk turnamen mendatang. Padahal, ia belum pernah dipanggil oleh pelatih asal Italia tersebut sebelumnya. Momen emosional itu terekam kamera CCTV di rumahnya dan viral di media sosial.
Brasil, yang telah lama mendominasi sepak bola dunia, masih memburu gelar keenam mereka. Namun, kegagalan di Qatar menjadi pelajaran berharga. Menurut Weverton, tim harus bersatu tanpa pamrih. "Ini tentang seberapa berkomitmen kelompok terhadap tujuan—meninggalkan kesombongan dan ego, dengan semua orang menarik ke arah yang sama," ujarnya dalam wawancara dengan FIFA.
Dalam skuad kali ini, Brasil memiliki trio kiper kelas dunia: Alisson, Ederson, dan Weverton. Meski hanya satu yang bisa bermain, Weverton menekankan bahwa persaingan sehat justru memacu mereka untuk tampil lebih baik. "Kami saling mendorong setiap hari agar tetap di level tertinggi. Siapa pun yang tidak bermain akan selalu mendukung yang lain," katanya.
Weverton juga mengakui peran penting kiper legendaris Brasil seperti Taffarel dan Marcos dalam membentuk kariernya. Ia berharap bisa menjadi panutan bagi pemain muda seperti Endrick dan Danilo, yang juga tumbuh di Palmeiras. "Saya melihat mereka tumbuh di Palmeiras. Kami memenangkan trofi bersama, dan ada cerita lucu: setiap kali Endrick mencetak gol, saya memberinya sepatu baru. Ketika saya sadar berapa banyak gol yang dia cetak, saya harus berhenti!" kenangnya.
Keputusan Weverton meninggalkan Palmeiras, klub yang membesarkan namanya, bukanlah hal mudah. Namun, ia yakin langkah itu tepat untuk kariernya. "Ada saat-saat dalam hidup ketika Anda harus berani; terkadang keputusan tersulitlah yang membawa Anda maju," ujarnya.
Bagi Indonesia, perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026 menjadi tontonan yang dinanti. Dengan skuad bertabur bintang dan semangat baru, mampukah Seleção mengakhiri penantian panjang gelar? Atau justru ego yang kembali menghancurkan mimpi mereka?



