Buru Gelandang Rp2 Triliun, Arsenal Tiru Sukses Transfer Declan Rice
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengincar Morgan Rogers dari Aston Villa dengan banderol £100 juta, setara Rp2 triliun, sebagai prioritas utama bursa transfer musim panas 2026.
- Direktur olahraga Andrea Berta menjadikan transfer ini proyek pribadi, terinspirasi keberhasilan merekrut Declan Rice pada 2023 yang menjadi kunci gelar Premier League.
- Rogers, peraih PFA Player of the Year 2024/25, dinilai memiliki profil serupa Rice: pemain Inggris berbakat dari klub non-unggulan dengan mentalitas juara.

Arsenal kembali menggebrak bursa transfer dengan menargetkan Morgan Rogers, gelandang serang Aston Villa yang dihargai £100 juta (sekitar Rp2 triliun). Langkah ini menjadi misi pribadi Andrea Berta, direktur olahraga anyar The Gunners, yang ingin mengulang sukses merekrut Declan Rice pada musim panas 2023 silam.
Menurut laporan Football Transfers, Arsenal telah melakukan 'pemetaan ekstensif' terhadap pemain berusia 23 tahun itu. Berta disebut sebagai pengagum berat Rogers dan menjadikan transfer ini 'proyek personal' untuk musim panas 2026. Namun, The Gunners berharap Aston Villa bersedia menurunkan harga permintaan yang dinilai terlalu tinggi.
Kesuksesan merekrut Rice seharga £105 juta pada 2023 menjadi cetak biru strategi Arsenal. Saat itu, mereka mengalahkan Manchester City dalam perburuan gelandang timnas Inggris tersebut. Rice kemudian menjadi salah satu pilar utama yang membawa Arsenal meraih gelar Premier League 2025/26, bahkan disebut-sebut masuk kandidat Ballon d'Or.
Rogers memiliki kemiripan dengan Rice: sama-sama dibuang akademi klub besar (Manchester City), kemudian bersinar di klub lain (Middlesbrough dan Aston Villa), dan baru saja merasakan trofi Eropa setelah memenangi Europa League. Jamie Carragher, legenda Liverpool, pernah memuji Rogers sebagai pemain yang tak hanya terbaik di kalangan pemain muda, tetapi juga salah satu yang terbaik di Premier League.
Musim 2024/25 menjadi puncak performa Rogers. Ia memenangi penghargaan PFA Premier League Player of the Year setelah mencetak 14 gol dan 16 assist di semua kompetisi. Musim ini, meski sedikit menurun konsistensinya, ia tetap produktif dengan 14 gol dan 12 assist. Fleksibilitasnya menjadi nilai tambah: bisa bermain sebagai sayap kiri, gelandang serang, atau bahkan penyerang tengah.
Dalam wawancara dengan BBC Sport, Rogers mengaku siap ditempatkan di berbagai posisi. "Saya bisa menjadi no.10, pemain sayap, atau striker. Jika Anda meminta saya melakukannya dan memberi instruksi, saya punya kemampuan untuk menawarkan sesuatu yang berbeda," ujarnya. Pernyataan ini tentu menarik perhatian Mikel Arteta yang dikenal menyukai pemain adaptif dan mau belajar.
Bagi Arsenal, perekrutan Rogers bukan sekadar menambah amunisi serangan. Mereka ingin membangun duet gelandang elite bersama Rice, mirip dengan formula yang sukses di lini tengah. Dengan status juara bertahan, The Gunners kini bisa lebih selektif dan menjadi tujuan menarik bagi pemain top. Pertanyaannya, akankah Aston Villa rela melepas bintang mudanya dengan harga di bawah £100 juta?



