Kartu Merah Ponga Jadi Titik Balik, New South Wales Ciptakan Comeback Terbesar di Sejarah State of Origin
Baca dalam 60 detik
- New South Wales membalikkan ketertinggalan 20-6 menjadi kemenangan 22-20 setelah Queensland kehilangan Kalyn Ponga akibat kartu merah.
- Nathan Cleary menjadi pahlawan dengan dua percobaan dan konversi penentu di menit akhir, sementara James Tedesco menyamakan skor lewat tendangan tinggi.
- Kemenangan ini membuka peluang Blues merebut seri State of Origin 2026 setelah kalah di tahun sebelumnya.

New South Wales (NSW) mencatatkan comeback terbesar dalam sejarah State of Origin setelah mengalahkan Queensland 22-20 dalam laga pembuka seri 2026 di Accor Stadium, Sydney, Rabu malam. Kemenangan dramatis ini dipicu oleh kartu merah yang diterima full-back Queensland, Kalyn Ponga, saat timnya unggul 20-6 dengan 23 menit tersisa.
Ponga menjadi pemain ketujuh yang diusir wasit dalam pertandingan Origin setelah tekel tinggi yang dilakukannya terhadap winger NSW, Tolutau Koula. Keputusan kontroversial itu mengubah momentum pertandingan secara drastis. Queensland yang sebelumnya mendominasi dengan tiga percobaan dalam delapan menit pertama harus bermain dengan 12 pemain.
NSW memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan baik. Ethan Strange dan Nathan Cleary masing-masing mencetak percobaan, dengan Cleary sukses mengonversi percobaannya sendiri, memperkecil ketertinggalan menjadi 20-16. Meski Queensland bertahan mati-matian, Cleary kembali menjadi aktor utama dengan tendangan tinggi yang disambut James Tedesco pada menit ke-78. Tedesco, yang sudah berusia 33 tahun, melompat lebih tinggi dari full-back pengganti Hamiso Tabuai-Fidow untuk menyamakan skor.
Cleary kemudian mengonversi tendangan penentu di tengah hujan deras, setelah satu kali gagal akibat false start. Kemenangan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Origin, mengingat NSW sempat tertinggal 20-0 di awal pertandingan. Queensland yang merupakan juara bertahan seri 2025 (2-1) tampil agresif sejak awal melalui tiga percobaan cepat dari Robert Toia, Robert Flegler, dan Hamiso Tabuai-Fidow. Sam Walker, playmaker Queensland, sukses mengonversi ketiganya dan menambah satu penalti.
Bagi penggemar olahraga di Indonesia, pertandingan ini menunjukkan betapa sengitnya rivalitas dalam rugby league. Meski olahraga ini belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Tanah Air, momen seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan dinamika dan drama yang unik dalam rugby. Ke depan, dengan semakin banyaknya siaran langsung olahraga internasional di platform digital, minat terhadap State of Origin berpotensi meningkat.
Pertandingan kedua akan berlangsung di Melbourne Cricket Ground pada 17 Juni, dan pertandingan ketiga di Suncorp Stadium, Brisbane, pada 8 Juli. Dengan kemenangan ini, NSW unggul 1-0 dalam seri best-of-three. Pertanyaan besarnya: mampukah Queensland bangkit seperti yang dilakukan NSW malam ini?



