Gill Pamer Century Tercepat, Titans Lolos ke Final IPL
Baca dalam 60 detik
- Kapten Gujarat Titans, Shubman Gill, memecahkan rekor dengan century tercepat dalam sejarah timnya saat mengalahkan Rajasthan Royals di laga kualifikasi.
- Remaja 15 tahun Vaibhav Sooryavanshi kembali bersinar dengan skor 96, namun belum mampu membawa Royals melaju ke final.
- Gujarat Titans akan berhadapan dengan Royal Challengers Bengaluru di final, memperebutkan gelar juara IPL musim ini.

Shubman Gill memastikan tempat Gujarat Titans di final Indian Premier League (IPL) setelah mencetak 104 run dari 53 bola dalam kemenangan tujuh wicket atas Rajasthan Royals di laga kualifikasi kedua, Kamis (23/5). Century tersebut menjadi yang tercepat bagi pemain Titans dalam sejarah turnamen.
Berlaga di New Chandigarh, Titans sukses mengejar target 215 run yang dipasang Royals dengan kehilangan hanya tiga wicket. Gill dan Sai Sudarshan (58 dari 32 bola) membuka dengan kemitraan 167 run, membuat lawan tak berdaya. Meskipun Jofra Archer akhirnya memecahkan kemitraan itu dengan menjatuhkan Gill di over ke-15, Titans hanya membutuhkan 33 run dari lima over terakhir. Jos Buttler dan Rahul Tewatia memastikan kemenangan dengan delapan bola tersisa.
Di sisi lain, penampilan remaja 15 tahun Vaibhav Sooryavanshi kembali mencuri perhatian. Setelah mencetak 97 run dari 29 bola melawan Sunrisers Hyderabad di laga sebelumnya, ia kali ini tampil lebih tenang namun tetap efektif. Saat Royals terpuruk di posisi 9-2, Sooryavanshi membangun inning dengan sabar, meski sempat kesulitan menemukan irama. Pukulan straight six-nya ke Kagiso Rabada menjadi momen penting. Ia kemudian mempercepat laju setelah terkena bola di helm saat berada di 56 run, mencetak 39 run dari 14 bola berikutnya sebelum akhirnya terjatuh pada skor 96.
Mantan bowler cepat West Indies, Ian Bishop, memuji kemampuan Sooryavanshi menghadapi bowling cepat. "Beberapa tim sudah kehabisan akal menghadapinya," ujar Bishop. Ia menambahkan bahwa Sooryavanshi kerap berlatih melawan Archer di sesi net, dan tidak gentar menghadapi lemparan cepat. Statistik menunjukkan, meskipun telah empat kali terpental oleh short ball musim ini, strike rate-nya terhadap jenis lemparan itu mencapai 307 dengan 23 six.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, performa Sooryavanshi menjadi sorotan tersendiri. Ia adalah contoh bagaimana bakat muda bisa bersinar di panggung global, mengingat popularitas IPL yang terus meningkat di Asia Tenggara. Pertandingan final antara Gujarat Titans dan Royal Challengers Bengaluru akan digelar di Ahmedabad, Minggu (26/5). Pertanyaan besarnya: mampukah Titans mengulang kejayaan 2022, atau justru RCB yang akan mempertahankan gelar?



