Andrew Scott Bangga Jadi Figuran di 'Saving Private Ryan': 'Itu Sejarah Perfilman'
Baca dalam 60 detik
- Andrew Scott mengaku tetap bangga meski hanya tampil singkat sebagai 'Soldier on the Beach' dalam film perang legendaris garapan Steven Spielberg.
- Aktor asal Irlandia itu menyebut adegan pendaratan di Omaha Beach sebagai momen yang tercatat dalam sejarah sinema.
- Saat ini ia membintangi 'Pressure', drama Perang Dunia II yang mengisahkan perdebatan cuaca sebelum invasi Normandia.

Aktor Andrew Scott, yang dikenal lewat perannya dalam Fleabag dan Ripley, mengungkapkan rasa bangganya meski hanya tampil sebentar dalam film epik perang Saving Private Ryan (1998). Pernyataan itu disampaikan saat ia mempromosikan film terbarunya, Pressure, yang juga berlatar Perang Dunia II.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Scott yang kini berusia 49 tahun mengenang peran awalnya sebagai 'Soldier on the Beach' di film arahan Steven Spielberg. Meski hanya memiliki satu baris dialog dan adegan di mana Tom Hanks 'berguling di atasnya', Scott merasa beruntung menjadi bagian dari adegan ikonik pendaratan di Omaha Beach. "Itu adalah pengalaman luar biasa โ pertama kalinya saya berada di set sebesar itu, dan saya sangat bangga bisa menjadi bagian kecil dari itu. Adegan itu telah tercatat dalam sejarah film," ujarnya.
Scott yang kini telah mendunia berkat perannya di Sherlock, Fleabag, All of Us Strangers, dan Ripley, muncul dalam adegan D-Day yang terkenal brutal dan realistis. Saving Private Ryan sendiri dianggap sebagai salah satu film perang paling berpengaruh, yang terinspirasi dari kisah nyata empat bersaudara Niland.
Saat ini, Scott membintangi Pressure, film yang diadaptasi dari drama panggung David Haig (2014). Film ini berfokus pada ketegangan menjelang D-Day, khususnya perdebatan sengit antara Jenderal Dwight D. Eisenhower dan Kapten James Stagg, seorang meteorolog Inggris yang bertugas memberikan prakiraan cuaca kritis bagi keberhasilan invasi. Scott memerankan Stagg, yang harus mengambil keputusan sulit di tengah tekanan waktu.
Dalam wawancara terpisah dengan People, Scott menekankan pentingnya naskah berkualitas dalam memilih proyek. "Saya rasa Anda tidak bisa membuat film hebat jika naskahnya biasa saja. Itu tidak mungkin bagi saya," tegasnya. Ia pun mengaku terus mencari peran yang beragam, yang menjadi 'nama permainan' baginya.
Karier Scott melesat setelah memerankan Moriarty di Sherlock (2010โ2017) bersama Benedict Cumberbatch. Puncaknya, ia menjadi fenomena pop culture sebagai 'Hot Priest' di Fleabag (2019). Belakangan, ia mendapat nominasi penghargaan berkat akting emosionalnya di All of Us Strangers dan pujian kritis lewat perannya sebagai pembunuh berantai Tom Ripley di serial Netflix hitam-putih Ripley.
Dengan Pressure, Scott kembali ke tema Perang Dunia II, namun dari sudut pandang yang berbeda: bukan medan perang, melainkan ruang rapat yang menentukan nasib jutaan tentara. Langkah ini menunjukkan konsistensinya dalam memilih proyek yang menantang secara artistik dan historis.