Hilang Tiga Tahun dari Layar Kaca, Bintang Sex and the City Pilih Hidup di Kosta Rika demi Novel Fantasi
Baca dalam 60 detik
- Jason Lewis, pemeran Smith Jerrod di Sex and the City, meninggalkan Hollywood dan pindah ke Kosta Rika untuk menulis sembilan novel fantasi.
- Ia mengaku ingin menjalani gaya hidup sehat, dekat pantai untuk berselancar, dan fokus menulis 1.000-2.000 kata setiap hari.
- Karya trilogi pertamanya digambarkan sebagai kisah idealis yang berubah menjadi kegelapan, lalu berakhir dengan penebusan.

Jason Lewis, aktor yang dikenal luas sebagai Jerry 'Smith' Jerrod dalam serial ikonik Sex and the City, mengaku sengaja meninggalkan gemerlap Hollywood selama tiga tahun terakhir. Bukan karena kelelahan atau skandal, melainkan untuk menekuni hasrat lamanya: menulis seri novel fantasi epik dari Kosta Rika.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Lewis mengungkapkan bahwa ia pindah dari California ke Kosta Rika untuk mendalami proyek ambisiusnya: sembilan buku yang terbagi dalam tiga trilogi yang saling terhubung. "Ini lebih dekat ke Lord of the Rings. Fantasi epik dengan sistem sihir sendiri yang berbasis fisika, bukan sekadar mantra-mantra biasa," jelasnya.
Keputusan ini mengejutkan banyak penggemar yang selama ini bertanya-tanya tentang kepergiannya dari panggung hiburan. Lewis mengaku ingin menjalani hidup yang lebih sehat dan dekat dengan alam. "Saya ingin gaya hidup sehat dan akses ke makanan bagus. Saya berselancar, dan tinggal di dekat pantai sangat memotivasi saya untuk tetap bugar," tambahnya.
Lewis mengaku bahwa menulis novel adalah tantangan baru baginya. "Saya belum pernah menulis novel sebelumnya, jadi saya tidak punya banyak pengalaman untuk diandalkan. Ini benar-benar perjalanan penemuan," ujarnya. Ia mengaku bisa fokus menulis maksimal dua jam sebelum pikirannya mulai melayang, namun ia tetap konsisten setiap hari.
Trilogi pertamanya digambarkan sebagai "kisah idealis", yang kemudian berubah menjadi "niat baik yang berujung buruk—Anda menjadi monster agar monster tidak bisa menyakiti Anda", dan diakhiri dengan "kisah penebusan". Struktur naratif ini menunjukkan kedalaman tematik yang jarang ditemui dalam fantasi populer.
Kembalinya Lewis ke publik diawali dengan unggahan Instagram yang memperlihatkan dirinya berjalan di pantai. "Tiga tahun lalu saya diam bukan karena tidak punya sesuatu untuk dikatakan, tetapi karena ada sesuatu yang harus saya lakukan. Karya kreatif yang tidak menyisakan ruang untuk hal lain, dan saya sudah berdamai dengan itu," tulisnya.
Bagi penggemar Sex and the City di Indonesia, kabar ini mungkin menjadi pengingat bahwa di balik peran glamor, para aktor juga memiliki perjalanan pribadi yang tak kalah menarik. Di tengah industri hiburan yang kerap menuntut eksistensi terus-menerus, pilihan Lewis untuk 'menghilang' demi seni justru menunjukkan prioritas yang berbeda.
Lewis belum mengumumkan kapan buku pertamanya akan diterbitkan. Namun, dengan disiplin menulis yang ketat dan visi yang jelas, publik mungkin akan segera menikmati karya barunya. Pertanyaannya, akankah para penggemar setianya tetap menunggu—atau justru beralih ke layar kaca yang terus menawarkan tontonan baru?



