Gemma Collins Pamer Pendapatan Melebihi Gaji Perdana Menteri Inggris
Baca dalam 60 detik
- Bintang reality TV asal Inggris, Gemma Collins, mengklaim penghasilannya melampaui gaji Perdana Menteri Sir Keir Starmer melalui unggahan Instagram yang menampilkan hasil pencarian Google.
- Dengan pendapatan hingga £75.000 per unggahan sponsor dan bisnis fashion serta wewangian, Collins membangun kekayaan bersih £3-4 juta, jauh di atas gaji tahunan PM yang sekitar £167.000.
- Fenomena ini memicu diskusi tentang nilai ekonomi selebriti digital versus jabatan publik, relevan bagi Indonesia di tengah maraknya influencer dan konten kreator.

Gemma Collins, bintang reality TV asal Inggris yang dikenal lewat acara The Only Way Is Essex, kembali menjadi sorotan setelah mengklaim bahwa pendapatannya jauh melampaui gaji Perdana Menteri Sir Keir Starmer. Melalui unggahan Instagram pada Senin (24/3), perempuan berusia 45 tahun itu membagikan tangkapan layar hasil pencarian Google yang menyebutkan bahwa ia menghasilkan lebih banyak uang daripada kepala pemerintahan Inggris.
Dalam unggahan tersebut, Collins memperlihatkan cuplikan hasil pencarian yang menyatakan bahwa ia mampu meraup hingga £75.000 (sekitar Rp1,5 miliar) untuk satu unggahan sponsor di Instagram. Kekayaannya ditopang oleh bisnis fesyen dan wewangian miliknya, endorsement media sosial, serta penampilan di acara televisi. Sementara itu, gaji perdana menteri dibatasi sekitar £167.000 per tahun, jauh di bawah perolehan tahunan Collins yang diperkirakan mencapai jutaan pound.
Unggahan itu sontak menuai beragam reaksi. Banyak penggemar yang mendukung dan bahkan bercanda mencalonkan Collins sebagai perdana menteri. “Gemma for PM! Count me in!” tulis salah satu warganet. Namun, di sisi lain, perbandingan ini memicu perdebatan tentang nilai ekonomi selebriti digital versus pemimpin negara, terutama di tengah maraknya ekonomi kreatif dan influencer.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Inggris. Di Indonesia, tren serupa juga terlihat di mana para selebriti dan influencer kerap meraup pendapatan yang jauh melampaui gaji pejabat publik. Menurut data dari berbagai platform, influencer Tanah Air dengan jutaan pengikut bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan juta rupiah per unggahan sponsor. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesenjangan antara penghasilan sektor kreatif dan sektor publik, serta bagaimana regulasi perpajakan dan transparansi pendapatan perlu disesuaikan.
Collins sendiri memulai kariernya di The Only Way Is Essex dan kemudian merambah berbagai acara seperti I’m a Celebrity…Get Me Out of Here!, Dancing on Ice, hingga Celebrity Big Brother. Ia juga telah menulis dua otobiografi, membintangi acara realitasnya sendiri, dan meluncurkan siniar. Proyek terbarunya adalah serial Gemma Collins: Four Weddings and a Baby yang akan tayang di Sky One, mengikuti persiapannya menikah dengan tunangan Rami Hawash dan upaya mereka memiliki anak melalui bayi tabung.
Dalam pernyataan resmi, Collins mengatakan ingin menunjukkan sisi autentik dirinya. “Saya ingin dunia melihat saya yang sesungguhnya, berbagi momen paling intim dan personal dalam hidup saya,” ujarnya. Dengan basis penggemar yang loyal dan portofolio bisnis yang terus berkembang, Collins tampaknya akan terus menjadi fenomena yang mempertanyakan ulang definisi kesuksesan di era digital. Apakah penghasilan tinggi seorang selebriti sepadan dengan pengaruh sosial yang dimiliki? Ataukah ini sekadar cerminan dari ekonomi perhatian yang semakin tak terelakkan?



