Harita Group Incar Akuisisi HBAT, Saham Melonjak 65% dalam Tiga Bulan
Baca dalam 60 detik
- PT Minahasa Membangun Hebat (HBAT) tengah dalam pembicaraan awal dengan Harita Group terkait potensi akuisisi, namun belum memasuki tahap uji tuntas.
- Saham HBAT mencatat kenaikan signifikan sebesar 64,95% dalam tiga bulan terakhir, menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek akuisisi.
- Manajemen HBAT menegaskan akan mengedepankan transparansi dan kepentingan pemegang saham dalam setiap langkah strategis ke depan.

PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT), emiten properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dikabarkan menjadi target akuisisi oleh konglomerasi Harita Group. Corporate Secretary HBAT, Aini Wulansari, mengonfirmasi bahwa kedua pihak masih dalam tahap diskusi awal dan belum memasuki proses due diligence. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi pasar yang mendorong lonjakan harga saham HBAT.
Dalam keterangan resminya, Aini menekankan bahwa HBAT belum dapat memberikan detail spesifik terkait negosiasi tersebut. "Kami senantiasa terbuka terhadap berbagai kemungkinan kolaborasi yang dapat memperkuat posisi perusahaan," ujarnya, Selasa (26/5/2026). Ia menambahkan bahwa setiap perkembangan material akan diumumkan secara transparan sesuai regulasi bursa.
Langkah strategis ini dinilai sebagai upaya Harita Group untuk memperluas portofolio properti di tengah tren pemulihan sektor. HBAT sendiri mengklaim akan mempertimbangkan setiap opsi dengan cermat, mengutamakan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan bisnis. Analis pasar melihat potensi sinergi antara aset HBAT dan jaringan distribusi Harita Group sebagai nilai tambah yang signifikan.
Ke depan, investor akan mencermati perkembangan negosiasi dan dampaknya terhadap kinerja keuangan HBAT. Jika akuisisi terealisasi, HBAT berpotensi mendapatkan akses permodalan yang lebih kuat dan peluang ekspansi yang lebih luas. Namun, risiko terkait valuasi dan integrasi bisnis tetap menjadi perhatian utama.



