Laba Bersih DEFEND ID Melonjak 430% pada 2025, Efisiensi dan Kontrak Strategis Jadi Pendorong
Baca dalam 60 detik
- DEFEND ID membukukan laba bersih Rp913 miliar pada 2025, naik 430% dari tahun sebelumnya, didorong efisiensi dan proyek strategis.
- Total kontrak perusahaan mencapai Rp113,85 triliun, terdiri dari carry over Rp94,78 triliun dan kontrak baru Rp19,07 triliun.
- Aset DEFEND ID tumbuh 18,3% menjadi Rp66,05 triliun, dengan tingkat kesehatan BBB+, menandakan fundamental yang kuat.

Holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID mencatatkan lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 430,1% pada tahun 2025, mencapai Rp913,05 miliar dibandingkan Rp172,24 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh pendapatan usaha yang mencapai Rp20,71 triliun, hasil dari efisiensi operasional, penguatan kinerja bisnis, dan optimalisasi proyek strategis di seluruh entitas.
Sepanjang tahun lalu, DEFEND ID berhasil mengamankan total kontrak senilai Rp113,85 triliun, terdiri dari carry over Rp94,78 triliun dan kontrak baru Rp19,07 triliun. Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan proyek jangka panjang sekaligus meraih peluang baru di tengah persaingan industri pertahanan global.
Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Holding DEFEND ID, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil transformasi bisnis dan sinergi ekosistem industri pertahanan. Menurutnya, komitmen seluruh insan perusahaan menjadi kunci dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi perusahaan pada Jumat (29/5/2026).
Penguatan fundamental juga terlihat dari peningkatan total aset sebesar 18,3% menjadi Rp66,05 triliun, serta ekuitas yang naik 8,2% menjadi Rp15,23 triliun. Kondisi ini mencerminkan struktur keuangan yang semakin kokoh dan kapasitas usaha yang lebih besar. Selain itu, tingkat kesehatan perusahaan berada pada kategori BBB+, menandakan prospek bisnis yang kuat dan keberlanjutan pertumbuhan.
Bagi Indonesia, kinerja DEFEND ID menjadi indikator penting bagi industri pertahanan nasional. Dengan 11.022 tenaga kerja, di mana lebih dari 60% bergerak di bidang produksi dan engineering, perusahaan ini memiliki kapabilitas manufaktur dan penguasaan teknologi yang menjadi fondasi kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Ke depan, kemampuan DEFEND ID dalam mempertahankan pertumbuhan laba dan kontrak akan menentukan daya saing industri pertahanan Tanah Air di kancah global.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah DEFEND ID mampu mempertahankan momentum ini di tengah tekanan anggaran pertahanan dan persaingan teknologi yang semakin ketat? Dengan fundamental yang kuat, perusahaan optimistis dapat terus berkontribusi pada kemandirian pertahanan nasional.


