Sejarah Baru: Presiden Prabowo Jadi Kepala Negara Pertama yang Mengajar Langsung di Seskoad
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.095 perwira siswa dari berbagai sekolah staf dan komando TNI serta Polri di Seskoad Bandung.
- Momen ini merupakan pertama kalinya seorang presiden aktif hadir dan mengajar langsung di forum pendidikan strategis TNI/Polri.
- Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas SDM aparat keamanan menghadapi tantangan global.

Presiden Prabowo Subianto mencatatkan sejarah baru dengan menjadi kepala negara pertama yang secara langsung memberikan kuliah dan pengarahan di hadapan para perwira siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Sespimti Polri. Acara berlangsung di Kompleks Seskoad, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (25/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan taklimat kepada sebanyak 1.095 perwira siswa yang berasal dari enam institusi pendidikan, yakni Sesko TNI, Sesko Angkatan Darat, Sesko Angkatan Laut, Sesko Angkatan Udara, Sespimmen Polri, dan Sespimti Polri. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu disambut meriah oleh para peserta dengan alunan lagu "Maju Tak Gentar", dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mars TNI, mars masing-masing matra, dan mars Polri.
Komandan Seskoad, Mayjen TNI Agustinus Purboyo, dalam laporannya menyebutkan bahwa kehadiran Presiden merupakan momen bersejarah. "Hari ini terasa sangat istimewa, Bapak, dikarenakan baru pertama kali seorang Presiden aktif hadir langsung dan mengajar kepada seluruh siswa Sesko," ujarnya. Sebelum memberikan taklimat, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri menyalami sejumlah peserta yang hadir, menunjukkan kedekatan personal dengan para calon pemimpin TNI dan Polri.
Kehadiran Presiden dalam forum pendidikan strategis ini dinilai sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan TNI dan Polri. Taklimat yang disampaikan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari pembekalan strategis bagi para perwira dalam menghadapi tantangan nasional dan global ke depan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan aparat keamanan memiliki kapasitas analitis dan kepemimpinan yang mumpuni.
Momen ini juga menjadi simbol penguatan sinergi antara TNI dan Polri, mengingat peserta berasal dari kedua institusi. Dengan adanya interaksi langsung antara kepala negara dan perwira siswa, diharapkan nilai-nilai kepemimpinan dan wawasan kebangsaan dapat tertanam lebih kuat. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan militer dan kepolisian mendapat prioritas tinggi dalam agenda nasional.
Ke depan, inisiatif serupa dapat menjadi preseden bagi para pemimpin selanjutnya untuk lebih terlibat langsung dalam proses pendidikan aparat keamanan. Hal ini tidak hanya memperkaya wawasan para perwira, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dengan institusi pertahanan dan keamanan.



