UNY Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset yang Melibatkan Dua Alumni
Baca dalam 60 detik
- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tengah menyelidiki dugaan keterlibatan dua alumninya dalam kasus pemalsuan riset di konferensi internasional.
- Wakil Rektor Bidang Akademik UNY mengonfirmasi kedua nama terdaftar sebagai alumni, namun status mereka sebagai peneliti masih diragukan.
- Salah satu alumni yang dihubungi menyampaikan permintaan maaf dan berjanji memberikan klarifikasi, sementara yang lain belum bisa dikontak.

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak cepat menindaklanjuti kabar yang menyebut dua orang alumninya terlibat dalam dugaan pemalsuan riset pada sebuah konferensi internasional. Pihak kampus memastikan akan melakukan penelusuran mendalam untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, mengakui bahwa dua nama yang disebut—Rifaldy Fajar dan Prihantini—tercatat dalam basis data alumni UNY. Rifaldy tercatat sebagai lulusan Program Studi Matematika tahun 2014, sementara Prihantini lulus pada 2015. Namun, Nur menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah kedua individu tersebut adalah orang yang sama dengan yang disebut-sebut dalam pemberitaan.
“Kami masih perlu melakukan konfirmasi lebih lanjut. Jangan sampai terjadi kesalahan identitas,” ujar Nur saat dihubungi pada Selasa (26/5/2026). Ia menambahkan bahwa upaya menghubungi Rifaldy belum membuahkan hasil karena nomor telepon yang tercatat sudah tidak aktif. Sementara itu, Prihantini berhasil dihubungi melalui aplikasi perpesanan.
Dalam percakapan tersebut, Prihantini menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi di media sosial dan berjanji akan memberikan klarifikasi resmi. “Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi di medsos yang membawa nama UNY. Kami menyatakan telah terjadi miskonsepsi di beberapa pihak dan menyebar di medsos dengan cepat tanpa konfirmasi ke kami terlebih dahulu,” kata Nur menirukan isi pesan Prihantini. Meski demikian, Nur mengaku ragu apakah nomor yang dihubungi benar-benar milik Prihantini yang dimaksud.
Lebih lanjut, Nur menepis informasi yang menyebutkan bahwa Rifaldy berasal dari Jurusan Bedah Transplantasi Hati dan Laboratory Yogyakarta State University, Biology. Ia menegaskan bahwa tidak ada jurusan atau departemen semacam itu di UNY. “Tidak ada nama jurusan itu dan departemen itu di UNY,” tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga integritas akademik, terutama bagi para alumni yang masih membawa nama institusi. Nur berpesan agar seluruh alumni UNY senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran dan nama baik almamater. “Alumni itu juga bagian dari keluarga besar UNY. Jadi, tetap jaga integritas dan nama baik UNY,” tutupnya.
UNY berkomitmen untuk terus mengusut tuntas kasus ini dan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah proses verifikasi selesai. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kredibilitas riset yang melibatkan civitas academica UNY.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7250363/original/053619500_1780036542-IMG_0253.jpeg)
