Casper Ruud Bertahan dari Sengatan Panas di Roland Garros: Kemenangan Mental yang Dramatis
Baca dalam 60 detik
- Casper Ruud nyaris tumbang akibat sengatan panas saat melawan Roman Safiullin di babak pertama Prancis Terbuka, dengan suhu mencapai 33 derajat Celsius.
- Unggulan ke-15 itu sempat kehilangan 11 gim beruntun dan harus menjalani timeout medis sebelum akhirnya menang dalam lima set.
- Ruud menyebut kemenangan ini sebagai pencapaian mental terbesarnya, mengingat ia sempat berpikir akan pulang lebih awal.

Casper Ruud, finalis dua kali Prancis Terbuka, nyaris menyerah akibat kondisi panas ekstrem di Paris saat ia mengalahkan Roman Safiullin pada babak pertama, Selasa (28/5). Unggulan ke-15 asal Norwegia itu mengaku sempat merasa seperti "zombie" di lapangan karena suhu yang mencapai 33 derajat Celsius.
Pertandingan yang berlangsung selama 3 jam 56 menit di Court Simonne-Mathieu itu penuh drama. Setelah unggul dua set, Ruud gagal memanfaatkan lima match point di set ketiga dan justru kebobolan 11 gim beruntun hingga set keempat berakhir 0-6. Ia mengalami kram kaki dan harus mendapatkan perawatan medis, termasuk menggunakan handuk es dan air dingin untuk menurunkan suhu tubuhnya.
"Rasanya seperti heatstroke. Saya pernah mengalami hal serupa di Washington DC dan harus mundur. Kali ini saya beruntung masih unggul 2-1, jadi saya bisa menurunkan intensitas di set keempat untuk memulihkan denyut nadi dan suhu tubuh," ujar Ruud usai pertandingan. Ia mengakui bahwa pada set keempat, pikirannya sempat melayang pada kemungkinan harus memesan tiket pulang dan menonton sisa turnamen dari sofa.
Safiullin, yang lolos kualifikasi, juga mengalami masalah cedera dan membutuhkan perawatan menjelang akhir set keempat. Kedua pemain meninggalkan lapangan untuk waktu yang lama sebelum set kelima dimulai. Ruud akhirnya menyegel kemenangan 6-2, 7-6 (7-5), 5-7, 0-6, 6-2.
"Ini terasa seperti kemenangan mental. Saya tidak pernah menyerah secara fisik. Saya bangga bisa bertahan," kata Ruud, yang kini berusia 27 tahun.
Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan mental Ruud, yang dua kali menjadi runner-up di Roland Garros (2022 dan 2023). Ia akan menghadapi lawan yang belum ditentukan di babak kedua. Sementara itu, kondisi panas ekstrem di Paris menjadi perhatian serius, dengan beberapa pemain lain juga mengeluhkan dampaknya. Turnamen Grand Slam ini terus berlangsung dengan sistem pendingin tambahan di area pemain untuk mengantisipasi cuaca panas.