Misi Perdana HTV-X Berakhir: Pesawat Kargo Jepang Terbakar di Atmosfer Bumi
Baca dalam 60 detik
- Pesawat kargo antariksa generasi terbaru Jepang, HTV-X, menyelesaikan misinya dengan memasuki atmosfer Bumi dan terbakar di atas Pasifik Selatan.
- Dibandingkan pendahulunya, Kounotori, HTV-X mampu membawa muatan lebih besar dan bertahan di orbit hingga 18 bulan setelah lepas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.
- Selama misi, kendaraan ini melepaskan satelit kecil dan mendukung berbagai eksperimen ilmiah, menandai langkah maju dalam logistik antariksa Jepang.

Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) mengonfirmasi bahwa pesawat kargo HTV-X generasi pertama akan mengakhiri misinya dengan memasuki atmosfer Bumi di atas Samudra Pasifik Selatan pada Selasa (26/5). Kendaraan yang membawa limbah dari aktivitas astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) itu akan hancur total akibat gesekan atmosfer, menandai selesainya tugas pengiriman pasokan dan dukungan eksperimen ilmiah.
HTV-X merupakan suksesor dari seri Kounotori yang terakhir beroperasi pada 2020. Dengan kapasitas muatan yang lebih besar, kendaraan ini mampu membawa lebih banyak perbekalan dan peralatan ke ISS. Selain itu, HTV-X dirancang untuk bertahan di orbit hingga 18 bulan setelah berpisah dari stasiun luar angkasa, memberikan fleksibilitas lebih bagi para peneliti untuk memanfaatkannya sebagai platform eksperimen.
Keberhasilan misi HTV-X ini menyoroti kemajuan Jepang dalam teknologi logistik antariksa. Dengan kemampuan membawa muatan lebih besar dan masa orbit yang lebih panjang, HTV-X diharapkan menjadi andalan untuk misi pasokan ISS di masa depan. Langkah ini juga memperkuat posisi Jepang sebagai mitra penting dalam eksplorasi luar angkasa internasional.
Ke depannya, JAXA berencana untuk terus mengembangkan seri HTV-X guna mendukung misi-misi yang lebih kompleks, termasuk kemungkinan partisipasi dalam program stasiun luar angkasa komersial. Pengalaman dari misi perdana ini akan menjadi bekal berharga untuk penyempurnaan desain dan operasional kendaraan kargo generasi berikutnya.


