Presiden Prabowo Salurkan 1.098 Ekor Sapi Kurban ke 552 Daerah, Dukung Peternak Lokal
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto mengurbankan 1.098 sapi premium untuk Iduladha 1447 H, disalurkan ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
- Sebanyak 46 daerah menerima dua ekor sapi karena tidak tersedia sapi dengan bobot standar 800 kgโ1,3 ton di wilayah tersebut.
- Seluruh sapi berasal dari peternak lokal, menandai dorongan pemerintah terhadap industri peternakan nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke 552 daerah di seluruh Indonesia, mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, serta lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, dan tokoh masyarakat.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa sebanyak 598 ekor sapi dialokasikan untuk pemerintah daerah, sementara 500 ekor lainnya diberikan kepada lembaga dan tokoh. "Jadi ada 552 daerah yang menerima 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten kota," jelasnya pada Selasa (26/5/2026).
Distribusi yang tidak merata ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan sapi berbobot besar di sejumlah daerah. Juri menjelaskan, "Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilo sampai 1,3 ton. Ada 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan bobot sebesar itu, sehingga mereka mendapat dua ekor sebagai kompensasi." Kebijakan ini memastikan setiap daerah tetap memperoleh nilai kurban yang setara.
Seluruh hewan kurban telah memenuhi syariat Islam: berusia di atas dua tahun, jantan, tidak cacat, dan dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan. Sapi-sapi tersebut merupakan sapi premium dari berbagai jenis unggul, menunjukkan komitmen terhadap kualitas.
Penyediaan 1.098 sapi ini melibatkan koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, dan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI). Yang menarik, seluruh sapi berasal dari peternak lokal. Pemerintah berharap momentum ini dapat mendorong produktivitas dan kualitas peternakan dalam negeri, sekaligus mendukung pengembangan industri peternakan nasional.
"Presiden memberikan arahan agar sapi kurban ini dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan, baik melalui pemerintah daerah, lembaga yang ditunjuk, maupun tokoh masyarakat," tambah Juri. Langkah ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi stimulus bagi sektor peternakan lokal untuk terus meningkatkan standar dan kapasitas produksi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7183244/original/002499300_1779979290-73e29194-e437-4c19-b7f9-036854c92468.jpg)


