New York Knicks Akhirnya ke Final NBA Setelah 27 Tahun, Sapu Bersih Cavaliers
Baca dalam 60 detik
- New York Knicks mengalahkan Cleveland Cavaliers 130-93 di Game 4 untuk menyapu bersih final Wilayah Timur dan lolos ke Final NBA pertama mereka sejak 1999.
- Knicks menjadi tim keempat dalam sejarah NBA yang memenangkan 11 pertandingan beruntun di postseason, dengan rata-rata margin kemenangan 23,7 poin.
- Jalen Brunson dinobatkan sebagai MVP seri, sementara Knicks akan menghadapi Oklahoma City Thunder atau San Antonio Spurs di Final NBA.

New York Knicks akhirnya memutus penantian panjang selama 27 tahun untuk kembali ke panggung Final NBA. Kepastian itu didapat setelah mereka menaklukkan Cleveland Cavaliers dengan skor telak 130-93 pada laga keempat final Wilayah Timur, Senin malam waktu setempat. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Knicks menyapu bersih seri dengan skor 4-0.
Dominasi Knicks di postseason musim ini sungguh mengesankan. Dari 11 kemenangan beruntun yang mereka raih, 10 di antaranya diraih dengan selisih skor dua digit. Rata-rata margin kemenangan mencapai 23,7 poin โ sebuah pencapaian yang menempatkan mereka sebagai tim keempat dalam sejarah NBA yang mampu memenangkan 11 laga beruntun di babak playoff, setelah Golden State Warriors (15 kemenangan beruntun pada 2017).
Karl-Anthony Towns menjadi motor permainan dengan koleksi 19 poin dan 14 rebound. OG Anunoby menyumbang 17 poin, sementara Landry Shamet menambahkan 16 poin dari bangku cadangan. Mikal Bridges dan Jalen Brunson masing-masing mencetak 15 poin. Brunson, yang dinobatkan sebagai MVP seri, mencatat rata-rata 25,5 poin dan 7,8 asis per pertandingan.
Di kubu Cleveland, Donovan Mitchell tampil gemilang dengan 31 poin, namun tak mampu membendung agresivitas Knicks. Cavaliers untuk pertama kalinya tersapu bersih di postseason sejak Final NBA 2018 melawan Golden State. James Harden, yang hanya mencetak 12 poin dengan akurasi 2 dari 8 tembakan, menyesali kegagalan timnya memanfaatkan peluang. "Ya, skornya 4-0, tapi kami tidak memberi diri kami kesempatan. Sejujurnya, saya pikir kami tim yang lebih baik, tapi di seri ini kami tidak menunjukkannya," ujarnya.
Pelatih Knicks, Mike Brown, memuji performa anak asuhnya. "Bermain di final konferensi dan mencetak 65 poin dari rebound ofensif serta fast break โ saya rasa belum pernah melihat itu di tahap ini. Kami ingin memacu tempo," katanya. Knicks kini menunggu lawan dari final Wilayah Barat yang masih berlangsung sengit antara Oklahoma City Thunder dan San Antonio Spurs (kedudukan 2-2). Final NBA dijadwalkan mulai 3 Juni, dengan keunggulan kandang berada di tangan Thunder atau Spurs berkat rekor musim reguler yang lebih baik.
Kebangkitan Knicks musim ini tak hanya mengakhiri puasa panjang, tetapi juga mengembalikan optimisme di kalangan penggemar. "Saya merasa kata 'harapan' sudah lama hilang dari nama New York Knicks. Menjadi bagian dari tim yang menghidupkan kembali harapan itu adalah sesuatu yang istimewa," ujar Towns.



