Rutilahu di Lumajang: Lebih dari Sekadar Renovasi Rumah, Ini Wujud Nyata Kehadiran Negara
Baca dalam 60 detik
- Program Rutilahu di Lumajang tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga bertujuan mengangkat martabat dan kepercayaan diri warga.
- Babinsa setempat dan masyarakat bergotong royong membangun rumah penerima manfaat di Desa Papringan, menandakan sinergi aparat dan warga.
- Pemerintah daerah menilai program ini sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tidak sekadar merenovasi bangunan fisik, melainkan juga berupaya mengembalikan harga diri dan optimisme warga. Salah satu implementasinya terlihat di Dusun Ranulading, Desa Papringan, Kecamatan Klakah, di mana Babinsa setempat bersama masyarakat bahu-membahu memasang dinding rumah penerima bantuan pada Senin (25/5/2026).
Program ini menegaskan bahwa kehadiran negara tidak hanya diukur dari anggaran yang digelontorkan, tetapi juga dari dampak sosial yang dirasakan langsung oleh penerima manfaat. Sertu Muhtaryono, Babinsa Papringan dari Koramil 0821-06/Klakah, menyatakan bahwa rumah yang layak huni mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan harapan baru bagi keluarga.
โYang dibangun bukan hanya rumah, tetapi juga harapan hidup masyarakat. Ketika masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak, mereka akan merasa lebih aman, lebih percaya diri, dan lebih semangat menjalani kehidupan,โ ujar Muhtaryono.
Keterlibatan TNI dalam program ini merupakan wujud komitmen untuk hadir di tengah warga, khususnya dalam menyelesaikan persoalan dasar yang berkaitan dengan kesejahteraan. Gotong royong antara aparat dan masyarakat juga menjadi bukti bahwa penyelesaian masalah sosial tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pemerintah, melainkan membutuhkan solidaritas dan partisipasi aktif warga di tingkat desa.
- Tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan optimisme warga.
- Melibatkan gotong royong antara TNI dan masyarakat, memperkuat solidaritas sosial.
- Pemerintah daerah menargetkan dampak jangka panjang pada kualitas hidup yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap program Rutilahu tidak berhenti pada perbaikan infrastruktur, melainkan menjadi katalis untuk peningkatan kualitas hidup yang lebih bermartabat. Dengan pendekatan partisipatif dan kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ke depan, model sinergi antara aparat dan warga seperti di Desa Papringan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi persoalan perumahan dan kemiskinan. Program Rutilahu membuktikan bahwa pembangunan yang inklusif dan manusiawi adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata.


