Fenomena 'The Yips': Gangguan Gerak yang Mengancam Karier Atlet Elit
Baca dalam 60 detik
- The yips adalah gangguan gerak berupa kejang otot tak sadar yang menghambat atlet dalam olahraga seperti golf, tenis, dan baseball, berbeda dengan 'choking' biasa.
- Penyebabnya bisa fisik (cedera), psikologis (kecemasan), atau kombinasi keduanya, dengan prevalensi pada pegolf serius mencapai 17–50%.
- Penanganan bergantung pada jenis yips, mulai dari obat-obatan, akupunktur, hingga terapi EMDR, namun penelitian jangka panjang masih terbatas.

Fenomena 'the yips' kembali menjadi sorotan menjelang gelaran PGA Championship 2026. Gangguan gerak ini, yang ditandai dengan kejang otot tak terkendali, kerap disalahartikan sebagai 'choking' biasa. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih parah, bahkan memaksa atlet seperti Ian Baker-Finch pensiun dini.
Menurut riset, the yips merupakan gangguan gerak yang memicu spasme otot involunter, terutama pada gerakan halus seperti jari dan tangan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh tiga faktor: cedera fisik masa lalu, kecemasan berlebihan saat tampil, atau kombinasi keduanya—misalnya trauma akibat kegagalan di momen krusial. Berbeda dengan 'choking' yang bersifat situasional, the yips bisa menjadi kronis dan sulit diatasi.
Dalam olahraga seperti golf, tenis, baseball, dan panahan, atlet yang mengalami the yips kesulitan melakukan gerakan dasar seperti memukul bola atau melempar ke sasaran. Studi pada pegolf menunjukkan prevalensi mencapai 17–50% pada pemain serius. Hal ini tidak mengherankan mengingat kombinasi gerakan motorik halus dan tekanan mental yang tinggi dalam olahraga tersebut.
Jon Lester, mantan pelempar MLB, mengembangkan the yips yang membuatnya tidak bisa melempar akurat ke base pertama. Alih-alih menyerah, ia mengadaptasi teknik dengan sengaja memantulkan bola ke tanah—sebuah solusi tidak ideal namun memungkinkannya tetap berkarier sukses. Sebaliknya, Ian Baker-Finch, juara British Open 1991, harus pensiun setelah gagal mengatasi yips meski berkali-kali mengubah ayunannya.
Penanganan the yips masih menjadi tantangan. Intervensi disesuaikan dengan jenis gangguan: obat-obatan dan akupunktur untuk kasus fisik; rutinitas prapenampilan serta guided imagery untuk kasus psikologis; dan terapi EMDR untuk kombinasi keduanya. Sayangnya, penelitian yang ada masih terbatas pada sampel kecil dan belum ada studi jangka panjang yang memadai.
Menjelang PGA Championship 2026, para pegolf top akan kembali diuji tekanan. Semoga tidak ada yang mengalami 'choking'—apalagi the yips. Namun, kesadaran akan gangguan ini penting agar atlet dan tim pendukung dapat mengenali gejalanya sejak dini dan mencari penanganan yang tepat.