Jonathan David Ditawarkan ke Crystal Palace dan Brighton: Peluang Rekrutan Kelas Dunia di Bursa Pinjaman
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Juventus Jonathan David, yang musim lalu hanya mencetak delapan gol, ditawarkan ke sejumlah klub Premier League melalui skema pinjaman dengan opsi beli.
- Crystal Palace berpotensi kehilangan Jean-Philippe Mateta ke AC Milan, sehingga kebutuhan akan penyerang baru menjadi mendesak di tengah persaingan dengan Brighton.
- Kepastian lolos ke kompetisi Eropa menjadi faktor kunci bagi Palace untuk bisa mendatangkan pemain sekaliber David, mengingat daya tarik klub yang lebih terbatas di liga domestik.

Penyerang internasional Kanada, Jonathan David, secara resmi ditawarkan kepada Crystal Palace dan Brighton & Hove Albion menjelang bursa transfer musim panas. Agen yang mewakili pemain Juventus tersebut telah menghubungi sejumlah klub Premier League untuk menjajaki kemungkinan peminjaman, menyusul musim debut yang kurang memuaskan di Serie A.
David bergabung dengan Juventus dengan status bebas transfer dari Lille pada Juli lalu, menandatangani kontrak berdurasi lima tahun hingga 2030. Rekam jejaknya di Prancis cukup mentereng: 109 gol dalam 232 penampilan selama lima musim, ditambah 39 gol dari 75 caps bersama Timnas Kanada. Namun, performanya di Turin jauh dari harapan. Dari 34 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mampu membukukan delapan gol—enam di liga dan dua di Liga Champions—menandai penurunan signifikan dari standar sebelumnya.
Bagi Crystal Palace, situasi ini menjadi krusial. Penyerang utama mereka, Jean-Philippe Mateta, dikabarkan semakin dekat dengan AC Milan. Media Italia Corriere dello Sport menyebut negosiasi sudah berada pada tahap yang sangat maju. Kepergian Mateta akan meninggalkan lubang besar di lini depan yang harus segera diisi. Manajer anyar—yang belum ditunjuk secara resmi—akan mewarisi skuad yang membutuhkan perombakan signifikan, terutama di sektor penyerangan.
Brighton, di sisi lain, memiliki rekam jejak kuat dalam mengidentifikasi dan mengembangkan talenta menyerang. Tim besutan Fabian Hurzeler juga berpotensi menawarkan tiket ke Liga Europa, sebuah daya tarik yang tidak dimiliki Palace jika hanya mengandalkan posisi di liga domestik. Namun, jika Palace berhasil memenangkan final Conference League melawan Rayo Vallecano pada Rabu malam, mereka akan lolos ke fase grup Liga Europa musim depan, mengubah lanskap negosiasi secara drastis.
Nilai Strategis Jonathan David:
- Usia: 26 tahun, masih dalam puncak karier.
- Rekor di Lille: 109 gol dalam 232 laga (rata-rata 0,47 gol per pertandingan).
- Kontrak di Juventus hingga 2030, tetapi klub terbuka untuk pinjaman dengan opsi/keharusan beli.
- Musim lalu di Serie A: 8 gol dari 34 penampilan—penurunan performa yang membuatnya tersedia dengan risiko rendah.
Skema pinjaman yang ditawarkan Juventus mengurangi risiko finansial bagi klub peminjam. David sendiri dikabarkan sangat ingin membuktikan diri di Premier League, dan ketertarikan dari dua klub Inggris ini bisa menjadi peluang emas. Namun, persaingan tidak akan mudah. Palace yang saat ini duduk di peringkat ke-15 klasemen sementara Premier League harus bersaing dengan Brighton yang lebih stabil secara posisi dan juga berpotensi menawarkan panggung Eropa.
Keputusan akhir Palace sangat bergantung pada hasil final Conference League. Kemenangan tidak hanya akan membawa trofi bersejarah, tetapi juga membuka pintu bagi rekrutan kelas dunia seperti David. Tanpa tiket Eropa, Palace harus puas berburu di kolam yang lebih kecil. Sementara itu, Brighton tetap menjadi pesaing serius dengan daya tarik Eropa yang sudah di tangan.
Dengan jendela transfer yang semakin dekat, langkah selanjutnya dari kedua klub akan menjadi sorotan. Apakah David akan kembali ke performa terbaiknya di Premier League? Ataukah musim sulit di Italia menjadi pertanda penurunan? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: perburuan penyerang ini akan menjadi salah satu cerita menarik di bursa musim panas.



