Wembanyama Bawa Spurs Balas Dendam, Hajar Timberwolves 133-95
Baca dalam 60 detik
- San Antonio Spurs mencatat kemenangan playoff tertinggi sejak 1983 setelah menggilas Minnesota Timberwolves 133-95.
- Victor Wembanyama tampil dominan dengan 19 poin dan 15 rebound, sementara Stephon Castle memimpin skor dengan 21 poin.
- Kekalahan ini menjadi yang terburuk dalam sejarah postseason Timberwolves, menyamakan kedudukan seri semifinal Wilayah Barat menjadi 1-1.

San Antonio Spurs bangkit dengan performa gemilang setelah mengalahkan Minnesota Timberwolves 133-95 pada laga kedua semifinal Wilayah Barat, Senin (5/5) waktu setempat. Kemenangan ini menjadi yang terbesar bagi Spurs dalam postseason sejak 1983 sekaligus menghapus kekalahan di gim pertama.
Victor Wembanyama menjadi motor permainan San Antonio dengan koleksi 19 poin dan 15 rebound. Pemain asal Prancis itu tampil lebih agresif sejak awal, berbeda dengan penampilannya yang kurang meyakinkan di gim sebelumnya. Duetnya dengan De'Aaron Fox, yang menyumbang 16 poin, langsung membawa Spurs unggul 11 poin di menit-menit awal.
Stephon Castle menjadi pencetak skor tertinggi Spurs dengan 21 poin, sementara rookie Carter Bryant turut menyumbang aksi spektakuler melalui slam dunk dua tangan. San Antonio menutup babak pertama dengan keunggulan 25 poin setelah menahan Minnesota hanya mencetak 35 poin dengan persentase tembakan di bawah 30 persen.
Dari kubu Minnesota, Anthony Edwards, Julius Randle, Jaden McDaniels, dan Terrence Shannon Jr. masing-masing mencetak 12 poin. Edwards kembali dimainkan dari bangku cadangan karena tim masih membatasi menit bermainnya setelah pulih dari cedera lutut kiri. Timberwolves hanya mampu memasukkan 2 dari 15 percobaan tiga angka di babak pertama, yang menjadi faktor utama ketertinggalan besar.
San Antonio menunjukkan konsistensi luar biasa dengan tidak pernah kalah dalam dua pertandingan beruntun sejak pertengahan Januari. Momentum ini menjadi modal berharga menjelang gim ketiga dan keempat yang akan digelar di Minneapolis pada Jumat dan Minggu mendatang.
Dengan kedudukan seri imbang 1-1, persaingan di Wilayah Barat diprediksi semakin sengit. Spurs perlu mempertahankan intensitas permainan seperti di gim kedua, sementara Timberwolves harus segera memperbaiki efektivitas serangan jika ingin kembali unggul.



