Ketegangan di Anfield: Slot Bungkam soal Masa Depan Salah di Laga Pamungkas
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Liverpool, Arne Slot, enggan mengonfirmasi apakah Mohamed Salah akan diturunkan dalam laga kandang terakhir musim ini, yang sekaligus menjadi perpisahan sang bintang asal Mesir.
- Hubungan Slot dan Salah retak setelah komentar publik pemain tentang gaya bermain Liverpool, memicu spekulasi soal pengaruh Salah di ruang ganti.
- Slot menegaskan prioritasnya adalah lolos ke Liga Champions dan mulai membangun ulang tim, dengan atau tanpa Salah, musim depan.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, menolak memberikan kepastian mengenai keterlibatan Mohamed Salah dalam laga terakhir musim ini di Anfield, Minggu (21/5). Pertandingan melawan Brentford itu berpotensi menjadi penampilan perpisahan sang megabintang Mesir setelah sembilan musim membela The Reds. Slot hanya berdalih bahwa dirinya tidak pernah membahas pemilihan pemain di depan publik.
Ketegangan antara Slot dan Salah mencuat ke permukaan setelah pemain berusia 33 tahun itu secara terbuka mengkritik gaya bermain Liverpool melalui media sosial pekan lalu. Salah menyerukan kembalinya "heavy metal football" yang identik dengan era Jürgen Klopp, yang dianggap sebagai sindiran terhadap pendekatan taktis Slot yang lebih pragmatis. Slot menanggapi dengan tenang namun defensif, menegaskan bahwa baik dirinya maupun Salah sama-sama menginginkan yang terbaik untuk klub.
Slot dengan tegas membantah bahwa komentar Salah melemahkan otoritasnya. "Anda membuat banyak asumsi. Pertama, Anda bilang dia ingin bermain dengan gaya itu, lalu Anda bilang itu bukan gaya saya," ujar Slot dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa Salah sangat menikmati gaya bermain musim lalu yang membawa Liverpool juara liga, namun sepak bola terus berevolusi. "Kami berdua ingin Liverpool bersaing memperebutkan trofi, yang tidak kami lakukan musim ini," tegasnya.
Menariknya, Slot mengakui bahwa ia sendiri tidak menyukai sebagian besar permainan Liverpool musim ini. "Saya harus menemukan cara untuk mengembangkan tim ini, dan memainkan merek sepak bola yang saya suka. Jika saya suka, maka fans juga akan suka," katanya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa perubahan gaya bermain sudah direncanakan, terlepas dari kepergian Salah.
Slot juga meremehkan dampak dukungan rekan setim terhadap postingan Salah di media sosial. Ia mengaku tidak terlalu paham soal media sosial dan lebih fokus pada latihan pemain. "Yang saya lihat, tidak ada perubahan dalam sesi latihan mereka," ujarnya.
Meski Slot berusaha meredam ketegangan, keengganannya memastikan peran Salah di laga pamungkas meninggalkan tanda tanya besar. Akankah Anfield memberikan penghormatan yang layak bagi sang legenda, atau justru menjadi saksi bisu perpisahan yang dingin? Yang jelas, musim depan Liverpool akan memasuki era baru, dengan atau tanpa Salah, dan dengan identitas permainan yang masih dicari.



