Persis Solo Hadapi Ancaman Degradasi Lebih Berat, Bisakah Meniru Comeback Persijap?
Baca dalam 60 detik
- Persis Solo berada di peringkat 16 dengan 31 poin, satu poin di bawah Madura United yang berada di zona aman, menjelang laga pamungkas BRI Super League 2025/2026.
- Tim asuhan Milomir Seslija telah menghabiskan 24 pekan di zona degradasi musim ini, kontras dengan Madura United yang hanya empat pekan berada di area merah.
- Persijap Jepara menjadi contoh nyata kebangkitan setelah 11 pekan bertahan di zona degradasi, memberi harapan bagi Persis untuk membalikkan keadaan pada laga terakhir.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499343/original/018858600_1770783377-1000286258.jpg)
Persis Solo dan Madura United akan menjalani laga penentuan nasib pada pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026, 23 Mei mendatang. Kedua tim sama-sama berjuang menghindari degradasi ke kasta Championship, namun Persis menghadapi tekanan yang lebih besar. Bermain tandang melawan Persita di Stadion Internasional Banten, sementara Madura United menjamu PSM di kandang sendiri, menjadi salah satu faktor yang memperberat langkah Laskar Sambernyawa.
Dari sisi klasemen, Madura United unggul tipis dengan 32 poin di peringkat 15, sedangkan Persis tertahan di posisi 16 dengan 31 poin. Statistik musim ini menunjukkan Persis lebih sering berada di zona merah: dari 33 pertandingan, mereka terpuruk di peringkat 16-18 selama 24 pekan. Sebaliknya, Madura United hanya empat pekan berada di area degradasi, itupun di batas teratas. Kondisi ini menempatkan Persis dalam situasi yang lebih sulit, namun bukan berarti harapan pupus.
Kisah kebangkitan Persijap Jepara bisa menjadi inspirasi. Sebelum akhirnya selamat, Persijap sempat mendekam di zona degradasi selama 11 pekan berturut-turut, dari pekan ke-12 hingga ke-23. Namun, perlahan mereka merangkak naik dan kini mengoleksi 35 poin, berada di zona aman. Pelatih Persis, Milomir Seslija, diharapkan bisa memotivasi tim untuk meniru pola comeback tersebut. “Statistik hanyalah angka, yang terpenting adalah mentalitas dan kerja keras di lapangan,” ujar salah satu pengamat sepak bola nasional.
Laga terakhir ini menjadi ujian mental bagi kedua tim. Persis harus mengatasi tekanan bermain tandang dan catatan buruk sepanjang musim. Sementara Madura United, meski lebih diuntungkan, tidak boleh lengah karena kemenangan adalah harga mati untuk bertahan. Jika Persis mampu memenangkan pertandingan dan Madura United kehilangan poin, maka posisi mereka bisa berbalik. Peluang masih terbuka, dan sejarah membuktikan bahwa degradasi bisa dihindari meski situasi tampak mustahil.



