Verdict 115 Dakwaan Man City Bisa Molor 2 Tahun Lagi, Pengacara: 'Klub Akan Terbukti Bersalah di Beberapa Poin'
Baca dalam 60 detik
- Proses panjang tak berkesudahan: Pengacara olahraga Tom Murray memperingatkan bahwa putusan akhir kasus 115 dakwaan Manchester City oleh Premier League bisa memakan waktu lebih dari dua tahun lagi, mengingat kompleksitas dan potensi banding dari pihak yang kalah.
- Keyakinan akan setidaknya satu pelanggaran: Meskipun menghindari prediksi waktu, Murray yakin City akan terbukti melanggar setidaknya beberapa dari 54 tuduhan terkait ketidakakuratan data keuangan serta 14 tuduhan terkait remunerasi pemain dan pelatih.
- Perbedaan pendapat: Mantan penasihat keuangan City, Stefan Borson, justru meyakini putusan akan keluar "cukup segera"—mungkin pada akhir musim atau Juni—dan menyebut penundaan 18 bulan sudah memasuki wilayah "konyol."

MANCHESTER, INGGRIS — Penggemar sepak bola yang menanti-nanti putusan kasus 115 dakwaan Manchester City oleh Premier League kemungkinan harus bersabar lebih lama lagi. Tom Murray, pengacara olahraga sekaligus founding partner firma hukum Three Points, memperingatkan bahwa proses hukum yang sudah berlangsung sejak 2019 ini masih bisa terentang hingga dua tahun ke depan—terutama jika pihak yang kalah mengajukan banding. Pengadilan tribunal yang dimulai pada September 2024 dan berlangsung selama 10 pekan itu hingga kini belum juga mengeluarkan vonis, menjadikan kasus ini belum pernah ada bandingannya dalam sejarah sepak bola Inggris.
Proses yang Tak Jelas Ujungnya
Dalam wawancara dengan podcast Price of Football, Murray mengakui bahwa bahkan para pengacara yang menangani kasus tersebut tidak mengetahui kapan keputusan akan diumumkan. "Saya tidak berpikir ada yang tahu," ujarnya. "Saya telah berbicara dengan para pengacara yang bekerja pada kasus ini, dan mereka pun tidak tahu kapan keputusannya akan keluar." Meskipun menghindari spekulasi tentang waktu, Murray yakin bahwa City akan terbukti melanggar setidaknya beberapa dari 115 dakwaan. "Apa yang saya pikirkan tentang hasil akhirnya? Saya pikir Manchester City akan ditemukan bertanggung jawab, melanggar sesuatu. Dengan jumlah dakwaan sebanyak itu, saya tidak berpikir mereka akan lolos begitu saja." Namun, ia memperingatkan bahwa proses banding akan semakin memperpanjang ketidakpastian. "Ini akan berlarut-larut selama mungkin. Dan saya pikir kita bisa mengharapkan banding, dan kita akan kembali ke posisi yang sama. Dalam dua tahun ke depan, tidak akan mengejutkan jika kita masih belum mendapatkan hasil akhir."
Kasus yang menghebohkan ini bermula dari penyelidikan yang diluncurkan pada 2019, dengan tuduhan bahwa City melanggar peraturan keuangan selama periode sembilan tahun (2009-2018). Klub menghadapi 54 tuduhan gagal menyediakan data keuangan yang akurat, serta 14 tuduhan terkait ketidakakuratan laporan remunerasi pemain dan manajer dalam periode yang sama. City dengan tegas membantah semua tuduhan. Manajer Pep Guardiola, yang dikabarkan akan hengkang pada akhir musim, sebelumnya telah berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa klub akan terbukti tidak bersalah.
📊 RINCIAN DAKWAAN MAN CITY
Total dakwaan: 115
Data keuangan tidak akurat: 54 tuduhan (2009/10 - 2017/18)
Remunerasi pemain & pelatih: 14 tuduhan (periode sama)
Tuduhan gagal kooperatif: 35 (2019 - 2023)
Periode pelanggaran: 2009 - 2018 (9 musim)
Investigasi dimulai: 2019 · Tribunal: Sep 2024 (10 pekan)
Dua Sisi Mata Pisau: Spekulasi vs Realitas
Di sisi lain, Stefan Borson, mantan penasihat keuangan Manchester City, memiliki pandangan yang berbeda. Ia meyakini bahwa putusan akan keluar "cukup segera"—mungkin pada akhir musim atau Juni. "Perasaan saya dan perasaan yang beredar di antara para pihak adalah bahwa putusan akan keluar pada akhir musim. Juni adalah yang paling mungkin," ujarnya. Borson bahkan mengkritik lamanya proses penulisan putusan yang telah mencapai 18 bulan, menyebutnya sebagai "wilayah yang konyol" untuk arbitrase privat. "Tidak ada pembenaran lagi untuk lamanya penulisan putusan ini. Ini benar-benar konyol. Ada sedikit informasi yang saya dengar yang menandakan bahwa kita mendekati akhir proses penulisan."
Prospek ke Depan: Pertarungan Hukum yang Akan Mendefinisikan Era
Ke depan, kasus Manchester City akan menjadi preseden penting bagi pengaturan keuangan sepak bola Eropa. Apapun putusannya, hampir pasti akan ada banding—dan proses hukum dapat berlanjut hingga Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atau bahkan pengadilan sipil Inggris. Bagi Premier League, yang telah menghabiskan jutaan poundsterling untuk penyelidikan ini, taruhannya sangat tinggi: jika City lolos tanpa hukuman, maka sistem regulasi dianggap gagal; jika City dihukum berat, klub akan menggunakan seluruh sumber daya hukumnya untuk melawan. Sementara itu, para penggemar dari 19 klub rival terus menunggu dengan napas tertahan. Seperti yang dikatakan Murray, "Dengan jumlah dakwaan sebanyak itu, saya tidak berpikir mereka akan lolos begitu saja." Namun, kata kuncinya adalah "waktu"—dan waktu bisa jadi sekutu atau musuh bagi kedua belah pihak.
"I don't think anyone knows. I've spoken to barristers working on the case, and even they don't know when the decision will be released. As much as I would like to speculate, I think it would be pointless." — Tom Murray, sports lawyer, founding partner of Three Points law firm.



