Deretan Manajer Liga Premier dan EFL yang Dipecat Musim 2025/26
Baca dalam 60 detik
- Nuno Espirito Santo menjadi manajer pertama yang dipecat di empat divisi teratas Inggris, meskipun sukses membawa Nottingham Forest ke Liga Europa.
- Ange Postecoglou hanya bertahan 39 hari di Nottingham Forest tanpa kemenangan, menjadi kisah pemecatan paling menonjol musim ini.
- Klub-klub seperti Sheffield United, West Ham, dan Luton Town bergerak cepat menunjuk pengganti, dengan beberapa manajer kembali ke klub lama.

Berikut adalah daftar lengkap manajer yang dipecat di Premier League dan EFL sepanjang musim 2025/26.
| Klub | Manajer Dipecat | Tanggal | Pengganti |
|---|---|---|---|
| Nottingham Forest | Nuno Espirito Santo | Agustus 2025 | Ange Postecoglou (kemudian Sean Dyche) |
| Sheffield United | Ruben Selles | September 2025 | Chris Wilder |
| Wycombe Wanderers | Mike Dodds | September 2025 | Michael Duff |
| Cheltenham Town | Michael Flynn | September 2025 | Steve Cotterill |
| West Ham United | Graham Potter | September 2025 | Nuno Espirito Santo |
| Blackpool | Steve Bruce | Oktober 2025 | Ian Evatt |
| Luton Town | Matt Bloomfield | Oktober 2025 | Jack Wilshere |
| Watford | Paulo Pezzolano | Oktober 2025 | Javi Gracia |
| Nottingham Forest | Ange Postecoglou | Oktober 2025 | Sean Dyche |
| Peterborough United | Darren Ferguson | Oktober 2025 | Belum ditentukan |
Musim 2025/26 menjadi saksi pergantian manajer yang cukup sibuk di Inggris. Nuno Espirito Santo menjadi korban pertama, dipecat oleh Nottingham Forest meskipun berhasil membawa tim ke Liga Europa. Hubungan yang retak dengan manajemen menjadi penyebab utama, dan Nuno kemudian bergabung dengan West Ham beberapa pekan kemudian.
Sheffield United awalnya memecat Chris Wilder dan menunjuk Ruben Selles, namun Selles kalah dalam enam pertandingan pertamanya dan dipecat pada pertengahan September. Wilder pun kembali menangani The Blades. Sementara itu, Mike Dodds hanya bertahan tujuh bulan di Wycombe setelah hanya meraih satu kemenangan dari delapan laga awal League One.
Di Cheltenham Town, Michael Flynn dipecat setelah kalah sembilan dari 12 pertandingan di semua kompetisi, meninggalkan klub di posisi terbawah klasemen EFL. Steve Cotterill, yang pernah menangani klub antara 1997-2002, kembali menggantikannya.
Graham Potter tidak mampu bertahan hingga akhir tahun di West Ham setelah awal musim yang buruk. Ia dipecat pada hari Sabtu, dua hari sebelum pertandingan, dan The Hammers langsung menunjuk Nuno Espirito Santo sebagai pengganti. Steve Bruce juga mengalami nasib serupa di Blackpool setelah 12 bulan menjabat, dengan tujuh kekalahan dari 11 laga League One. Ia digantikan oleh Ian Evatt, mantan pemain Blackpool.
Matt Bloomfield gagal membawa Luton Town bertahan di Championship musim lalu, dan awal yang buruk di League One membuatnya dipecat. Luton bergerak cepat dengan merekrut mantan gelandang Arsenal, Jack Wilshere. Watford, yang terkenal sering berganti manajer, memecat Paulo Pezzolano dan mengembalikan Javi Gracia.
Kisah paling mencolok adalah Ange Postecoglou di Nottingham Forest. Ia hanya bertahan 39 hari tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan, termasuk kekalahan 3-0 dari Chelsea. Pemilik klub Evangelos Marinakis dengan tegas memecatnya dan menunjuk Sean Dyche beberapa hari kemudian.
Darren Ferguson mengakhiri masa jabatan keempatnya di Peterborough United pada Oktober setelah hanya menang tiga kali dari 13 pertandingan. Meskipun sebelumnya sukses membawa klub promosi empat kali, ia meninggalkan Posh di dasar klasemen League One.
Wawasan Redaksi: Tingginya angka pemecatan musim ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di sepak bola Inggris. Klub-klub tidak segan mengambil keputusan drastis demi hasil instan, bahkan terhadap manajer yang sebelumnya berprestasi. Fenomena ini kemungkinan akan terus berlanjut seiring meningkatnya tekanan finansial dan ekspektasi suporter.
Ke depannya, para manajer yang baru diangkat harus segera beradaptasi dan meraih hasil positif untuk menghindari nasib serupa. Beberapa klub seperti Sheffield United dan Nottingham Forest telah kembali ke pelatih lama, menunjukkan bahwa pengalaman dan rekam jejak masih menjadi pertimbangan utama dalam situasi krisis.



