AI Tiongkok Saingi Claude Mythos? Klaim 360 Security Group Memicu Perdebatan
Baca dalam 60 detik
- <span class="category-header">Teknologi | Keamanan Siber & AI</span>
- <p class="article-lead">Sebuah perusahaan keamanan siber asal Tiongkok membuat klaim mengejutkan mengenai kemampuan Kecerdasan Buatan (AI) mereka dalam menemukan kerentanan sistem. Kemampuan AI ini disebut-sebut mendekati skala <strong>Claude Mythos</strong>, model AI terbaru yang baru saja diluncurkan oleh Anthropic.</p>
- <div class="info-box">

Sebuah perusahaan keamanan siber asal Tiongkok membuat klaim mengejutkan mengenai kemampuan Kecerdasan Buatan (AI) mereka dalam menemukan kerentanan sistem. Kemampuan AI ini disebut-sebut mendekati skala Claude Mythos, model AI terbaru yang baru saja diluncurkan oleh Anthropic.
Fakta Kunci Klaim AI 360 Security Group:
- Sistem AI: Menggunakan sistem Multi-Agent Collaborative Vulnerability Discovery yang dikembangkan secara internal.
- Pencapaian: Berkontribusi pada kemenangan di kompetisi peretasan Tianfu Cup, dengan menemukan hampir 1.000 kerentanan (termasuk 50+ kerentanan tingkat tinggi).
- Temuan Mencolok: Mengklaim AI mereka menemukan CVE-2026-32190, kerentanan kritis pada Microsoft Office yang telah tersembunyi selama 8 tahun, hanya dalam hitungan menit.
Analisis Pakar: Belum Setara Mythos, Lebih Mirip Big Sleep
Eugenio Benincasa, peneliti keamanan siber dari ETH Zurich, menganalisis klaim tersebut di blog Natto Thoughts. Menurutnya, meskipun kemampuan AI dari 360 Security Technology (Qihoo 360) sangat signifikan, AI tersebut belum menyamai kemampuan penalaran otonom penuh yang dimiliki Claude Mythos.
Benincasa menilai AI milik Tiongkok ini lebih sebanding dengan Big Sleep milik Google, yang fungsinya mempercepat tahap-tahap tertentu dalam riset kerentanan, alih-alih beroperasi sebagai agen yang sepenuhnya otonom. Selain itu, ada keraguan pada salah satu klaim 360 terkait penemuan kerentanan kernel Windows (CVE-2026-24293), di mana Microsoft justru memberikan kredit kepada peneliti dari Taiwan dan Korea Selatan.
| Perbandingan Model AI | Tingkat Otonomi & Fungsi |
|---|---|
| Claude Mythos (Anthropic) | Otonomi penuh, diklaim mampu menemukan ribuan kerentanan secara mandiri (aksesnya sangat dibatasi lewat Project Glasswing). |
| AI 360 Security Group (Tiongkok) | Multi-agen kolaboratif; sangat cepat, namun diyakini belum memiliki penalaran mandiri seutuhnya. |
| Big Sleep (Google) | Akselerator riset; membantu mempercepat tahapan penemuan kerentanan spesifik tanpa otonomi penuh. |
Namun, Benincasa memberikan peringatan penting terkait regulasi di Tiongkok: "Undang-undang Tiongkok mewajibkan perusahaan swasta dan peneliti untuk melaporkan kerentanan kepada badan pemerintah sebelum mengungkapkannya ke publik, yang secara efektif menyalurkan riset keamanan elit ke dalam jalur intelijen negara." Hal ini memberikan Tiongkok keuntungan strategis dibandingkan negara-negara Barat.
Realitas Kemampuan Mythos Saat Ini
Sementara itu, rekam jejak Claude Mythos di dunia nyata masih menjadi perdebatan. Meski Mozilla menyatakan AI tersebut membantu menemukan lebih dari 270 kerentanan Firefox, para kritikus menyoroti bahwa hingga saat ini baru beberapa lusin CVE publik yang secara resmi dikreditkan kepada Anthropic.



