Keras! Penulis Olahraga Italia Tolak Mentah-mentah Rencana AS Gantikan Iran dengan Timnas Italia di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Penulis olahraga terkemuka Italia mengecam usulan dari utusan khusus Presiden AS (Paolo Zampolli) yang menyarankan Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, menyebutnya sebagai omong kosong.
- Italia baru saja gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun usai dikalahkan Bosnia dan Herzegovina di babak play-off.
- Para tokoh sepak bola Italia, termasuk petinggi jurnalis olahraga, menegaskan bahwa kelolosan harus ditentukan oleh prestasi di lapangan (sportivitas), bukan dari undangan jalur intervensi politik atau alasan komersial.

Jurnalis dan penulis olahraga terkemuka Italia secara tegas menolak usulan dari utusan khusus Presiden AS Donald Trump yang menyarankan agar Italia diundang untuk menggantikan posisi Iran di ajang Piala Dunia FIFA 2026. Mereka menganggap ide politis tersebut tidak realistis, tidak adil, dan mencederai semangat sportivitas olahraga.
Konteks Kontroversi "Jalur Undangan" Piala Dunia:
- Asal Usulan: Dilontarkan oleh Paolo Zampolli, utusan khusus Presiden Trump yang merupakan pria kelahiran Italia, menyusul konflik politik antara AS dan Iran.
- Tragedi Azzurri: Italia sebenarnya sudah tersingkir dari kualifikasi setelah kalah menyakitkan dari Bosnia dan Herzegovina di final play-off Eropa pada 31 Maret laluโkegagalan ketiga mereka secara beruntun menembus Piala Dunia.
- Aturan FIFA: Sesuai regulasi, jika sebuah tim dilarang tampil, slot penggantinya diprioritaskan untuk negara dari konfederasi yang sama (Asia/AFC), bukan diberikan kepada tim dari Eropa (UEFA).
"Omong Kosong dan Tidak Berdasar"
Usulan Zampolli ini langsung memicu reaksi keras di Italia. Publik dan pengamat sepak bola di sana secara ksatria mengakui bahwa ketidakhadiran timnas mereka murni karena kegagalan prestasi olahraga, bukan karena nasib buruk secara politis.
| Tokoh Olahraga Italia | Tanggapan / Tindakan |
|---|---|
| Ivan Zazzaroni (Pemred Corriere dello Sport) |
Menyebut usulan itu sebagai "omong kosong belaka". Ia menegaskan bahwa memenangkan 4 gelar Piala Dunia di masa lalu tidak bisa dijadikan alasan pembenaran jika tim gagal di kualifikasi tiga kali berturut-turut. |
| Gianfranco Coppola (Presiden Asosiasi Penulis Olahraga) |
Mengakui bahwa kehadiran Italia menguntungkan secara komersial bagi sponsor, namun menekankan bahwa "keputusan akhir harus selalu diserahkan kepada lapangan". |
| G. Gravina & G. Gattuso (Eks Ketum Federasi & Pelatih Timnas) |
Keduanya telah mengundurkan diri pasca-kegagalan kualifikasi, menandakan bahwa sepak bola Italia butuh pembangunan ulang secara fundamental, bukan sekadar berharap pada intervensi politik. |
โZampolli bukanlah orang yang bisa ditanggapi dengan serius... Kami gagal lolos, kami tersingkir, dan titik sampai di situ. Mengapa kami harus dikembalikan? Atas dasar apa?โ tegas Ivan Zazzaroni menolak hadiah tiket gratis tersebut.
Faktor Politik Eksternal
Selain soal regulasi olahraga, sejumlah komentator menduga bahwa usulan AS ini sengaja dilemparkan ke publik di tengah ketegangan antara Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Ketegangan ini dilaporkan memanas setelah Trump mengkritik Paus Leo XIV terkait perang Iran.
Namun, bagi sebagian besar insan sepak bola Italia, pesannya sudah sangat jelas dan tegas: Tempat di putaran final Piala Dunia adalah sesuatu yang harus dimenangkan di atas lapangan, bukan hadiah pemberian dari campur tangan politik.



