Legenda Liga Premier Soroti Insiden Harry Winks dan Kritik Keras Skuad 'Lembek' Leicester City
Baca dalam 60 detik
- Mantan pemain Leicester City, Robert Huth, mengkritik keras skuad saat ini yang resmi terdegradasi ke League One, menyebut mereka bermental "lemah" dan "lembek".
- Menanggapi insiden Harry Winks yang marah akibat dicemooh suporter, Huth menilai pemain seharusnya menundukkan kepala dan menerima kritik karena performa buruk mereka di lapangan tidak bisa dibela.
- Huth menuding bahwa kehancuran Leicester adalah akumulasi dari dua jendela transfer yang sangat buruk, rekrutmen yang gagal, serta hilangnya tanggung jawab pemain di atas lapangan.

Mantan bek tangguh sekaligus legenda Leicester City, Robert Huth, memberikan peringatan keras kepada skuad The Foxes saat ini. Menyusul badai kritik dari para penggemar yang marah akibat degradasi tim ke League One, Huth menegaskan bahwa para pemain sama sekali "tidak memiliki alasan untuk membela diri".
Fakta Keterpurukan Leicester & Insiden Winks:
- Turun Kasta: Leicester City menelan pil pahit berupa degradasi beruntun, turun ke divisi ketiga (League One) setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Hull City.
- Insiden Harry Winks: Gelandang Harry Winks terekam merespons dengan marah terhadap cemoohan saat menaiki bus usai kekalahan dari Portsmouth, meskipun Hamza Choudhury kemudian mengklarifikasi bahwa ejekan itu berasal dari suporter lawan, bukan suporter Leicester.
- Reuni Terasa Pahit: Huth dijadwalkan kembali ke King Power Stadium untuk acara amal reuni skuad juara Liga Premier 2016, sebuah momen yang terasa kontras dengan kehancuran klub saat ini.
Menanggapi insiden yang melibatkan Harry Winks, Huth justru memberikan sindiran menohok. Ia menilai reaksi kemarahan Winks di luar lapangan adalah satu-satunya bentuk "agresi" yang ia lihat dari skuad Leicester musim ini, sementara di atas lapangan mereka justru tampil loyo.
"Tidak baik melihatnya, tetapi saya bisa memahami rasa frustrasi para pendukung dan sebagai pemain, terkadang Anda hanya harus menundukkan kepala dan menerimanya. Tidak ada gunanya Anda membalas karena Anda tidak punya alasan untuk membela diri," tegas Huth dalam wawancaranya bersama talkSPORT.
Analisis Huth Atas Kehancuran Leicester City
Huth, yang pernah merasakan kejayaan membawa Leicester juara pada 2016, meratapi kejatuhan tragis mantan klubnya. Menurutnya, kehancuran ini sudah terlihat sejak pergantian tahun. Berikut adalah poin-poin kritik Huth terhadap kondisi internal klub:
| Faktor Keterpurukan | Komentar & Penilaian Robert Huth |
|---|---|
| Mentalitas Skuad | Menyebut skuad saat ini terlihat "lemah dan lembek". Huth merasa para pemain seakan sudah menyerah dan hanya menunggu musim segera berakhir. |
| Manajemen Transfer | Menyoroti kesalahan fatal dalam perekrutan pemain. Ia menyebut dua jendela transfer yang buruk secara beruntun menjadi penyebab utama tim kehilangan kualitas. |
| Tanggung Jawab Pemain | Sebagai mantan pemain, Huth tahu beratnya berada di dasar klasemen. Namun, ia menegaskan pemain harus tetap bertanggung jawab melakukan tugasnya di lapangan, sesuatu yang gagal dilakukan skuad saat ini. |
Huth menyimpulkan bahwa situasi sepak bola memang bisa berubah dengan sangat cepat. Bagi Leicester, penurunan standar, rekrutmen yang buruk, dan pemain yang tidak tampil maksimal adalah resep sempurna untuk kejatuhan tragis yang kini mereka alami.



