Peluncuran Roket Blue Origin Sukses Mendarat, Namun Satelit BlueBird AST SpaceMobile Hilang di Orbit Bawah
Baca dalam 60 detik
- Roket New Glenn milik Blue Origin berhasil meluncur dan mendaratkan booster bekas pakainya, namun gagal membawa satelit BlueBird 7 milik AST SpaceMobile ke titik ketinggian yang diharapkan.
- Akibat performa mesin roket tahap kedua yang berada di bawah standar, satelit tertahan di orbit yang terlalu rendah untuk bisa dioperasikan secara mandiri dan harus dihancurkan.
- Insiden kegagalan ini menambah hambatan logistik bagi AST SpaceMobile yang tengah berusaha keras menyelesaikan target pengorbitan 45 satelit jaringan broadband seluler pada akhir tahun 2026.

Peluncuran satelit mobile-broadband ukuran penuh ketujuh milik AST SpaceMobile yang menggunakan roket New Glenn dari Blue Origin pada hari Minggu lalu berakhir dengan kekecewaan. Meski peluncuran tahap pertama berjalan mulus, malfungsi pada roket tahap atas (upper stage) membuat wahana antariksa tersebut terdampar di orbit yang terlalu rendah untuk dapat beroperasi.
Fakta Kunci Peluncuran New Glenn 3:
- Keberhasilan Pendaratan: Booster tahap pertama yang ditenagai oleh tujuh mesin BE-4 berhasil melakukan penerbangan keduanya dan mendarat sempurna di atas kapal platform pendaratan otonom, Jacklyn.
- Kegagalan Orbit: Roket tahap kedua yang menggunakan mesin BE-3U mengalami masalah (underperformance). Data dari Angkatan Luar Angkasa AS menunjukkan satelit berada di titik terendah orbit, hanya 96 mil di atas Bumi.
- Nasib Satelit: Satelit raksasa BlueBird 7 yang membawa susunan antena seluas 2.400 kaki persegi itu dipastikan akan di-deorbit (diarahkan hancur ke atmosfer), dan AST SpaceMobile akan mengajukan klaim asuransi atas kerugian tersebut.
Kabar mengenai "orbit yang tidak wajar" (off-nominal orbit) pertama kali disampaikan oleh perusahaan luar angkasa milik Jeff Bezos tersebut melalui platform X. Beberapa jam kemudian, AST SpaceMobile memberikan konfirmasi resmi mengenai kondisi satelit mereka yang tidak dapat diselamatkan.
"Selama misi New Glenn 3, BlueBird 7 ditempatkan pada orbit yang lebih rendah dari yang direncanakan oleh roket peluncur tahap atas... Meskipun satelit terpisah dari kendaraan peluncur dan menyala, ketinggiannya terlalu rendah untuk mempertahankan operasi dengan teknologi pendorong (thruster) bawaannya," tulis pernyataan resmi AST SpaceMobile.
Dampak Terhadap Rencana Masa Depan Perusahaan
Insiden peluncuran ini menjadi pukulan telak bagi jadwal agresif AST SpaceMobile yang menargetkan pengoperasian puluhan satelit hingga akhir tahun ini. Berikut adalah perbandingan ambisi serta tantangan terkini antara AST SpaceMobile dan Blue Origin pasca-insiden tersebut:
| Perusahaan | Target Jangka Pendek & Implikasi Ke Depan |
|---|---|
| AST SpaceMobile | Telah merencanakan untuk mengoperasikan 45 satelit BlueBird pada akhir 2026 demi menyediakan layanan data seluler (hingga 120Mbps) langsung ke telepon genggam untuk AT&T dan Verizon. Hilangnya unit satelit ini menambah beban yang sangat besar untuk mengakselerasi sisa target peluncuran. |
| Blue Origin | Meskipun gagal menempatkan muatan dengan tepat, keberhasilan menggunakan kembali dan mendaratkan booster di laut menjadi tonggak pencapaian besar. Misi New Glenn selanjutnya tidak akan membawa perangkat satelit AST, melainkan akan diisi oleh uji terbang pendarat kargo bulan Blue Moon Mark 1. |
Sementara AST SpaceMobile kini mengeklaim telah menyiapkan 25 satelit BlueBird berikutnya pada berbagai tahap produksi dan akan mengirimkan tiga unit tambahan dalam waktu sekitar 30 hari, Blue Origin tengah bersiap menatap target bulan. Perusahaan antariksa itu akan terus memacu pengembangan armada roket mereka demi memenuhi berbagai kontrak kerja sama prestisius, termasuk dukungan untuk proyek kembali ke bulan (Artemis) milik NASA.



